Masyarakat Banjar Pekanbaru Lestarikan Tradisi “Mambubur Asyura”

 275 total views,  1 views today

Foto : Istimewa

Pekanbaru, Mercubenua.net – Acara silaturahhim buka puasa bersama pada Hari Asyura 10 Muharram di Alif Center Pekanbaru yang digelar Masyarakat Banjar Pekanbaru, dihadiri Gubernur Riau, Syamsuar.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Riau menyebutkan kegiatan ini adalah bagian dari kearifan lokal dengan nilai budaya yang dibarengi kegiatan religi. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Wirid Arkanoed Y Idjidin Masyarakat Banjar Pekanbaru, Minggu (30/8/) kemaren.

Majelis Wirid Masyarakat Banjar Pekanbaru pada momentum 10 Muharram mengadakan kegiatan turun temurun dilaksanakan yaitu membuat Bubur Asyura Bakawah Beramian.

Dirangkai dengan acara silaturrahim berbuka puasa bersama dan menyantap bubur asyura serta kuliner khas banjar, juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim yang dihadiri seluruh masyarakat banjar yang ada di Pekanbaru.

Tradisi membuat Bubur Asyura sebut Ketua Majelis Wirid Arkanoed Y Idjidin Masyarakat Banjar Pekanbaru, merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang orang banjar. “Kami sebagai generasi penerus orang Riau yang keturunan Banjar wajib melestarikan tradisi ini”, terangnya.

Mengenai pendanaan kegiatan ia mengungkapkan adalah hasil urunan atau sumbangan seluruh warga banjar di Pekanbaru.

Lebih jauh, ia membeberkan dengan arahan dan inisiasi Tutuha (Tokoh/orang yang dituakan, red) Masyarakat Banjar Pekanbaru, ada hal sangat istimewa pada momentum 10 Muharram 1442 yaitu berkumpulnya seluruh Masyarakat Banjar Pekanbaru untuk mendeglarasikan Paguyuban Banjar Riau.

“Nama-namanya Insya Allah segera akan kita sosialisasikan setelah semua legalitas lengkap, yang jelas tujuan dan maksud dibentuknya Paguyuban Banjar Riau ini adalah untuk manyatukan yang tahambur, bukan Mahambur yang sudah bersatu”, pungkas Ketua Majelis Wirid, Arkanoed Y Idjidin.

Terlihat suasana nampak harmonis pada acara silaturrahim yang turut dihadiri generasi para Tutuha dan Cendikiawan seperti H. Suryan Jamrah, H. Arni fauzi, H. Kastalani, H. Andika, H. M Roem, Prof Sujianto, H. Arifin dan para tutuha lainnya hingga Julak Anjas serta H. Surya Maulana, H. Herman, H. Pahmijan, H. Subhan aziz, H. M Dani Nursalam, H. Lahmudi, H. M Subhan, H. Holly, H. Suryani, H. Ary Daniel, M. Jamil, Ir. Arif Rahman Hakim, Hj. Dita, Hj. Rohani, Rohaya, Hj. lis, Rahmi, Yuyun Diang Bungas. (mercubenua)