Informasi Penggusuran Pemukiman Warga, Komisi III DPRD Tabalong : Itu Tidak Benar

 170 total views,  1 views today

“Kita melakukan tinjauan ke Kecamatan Kelua khususnya di Kelurahan Pulau untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya berita penggusuran pemukiman di belakang pasar tersebut. Setelah kita tindaklanjuti dan turun ke kawasan tersebut bersama Perkim, ternyata informasi tersebut tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan”, 

Tanjung, Mercubenua.net – Adanya informasi tidak benar mengenai penggusuran dipermukiman warga di belakang Pasar Kelua atau di wilayah RT. 06 Kelurahan Pulau, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong membuat warga setempat resah.

“Bagaimanalah, kalau ini benar, kemana lagi kita tinggal, sudah kondisi zaman seperti ini. Benar ini tanah pemerintah, tapi tolong pikirkan lagi, kemana kita”, ujar salah satu warga disana menyampaikan keresahannya yang enggan ditulis namanya dimedia.

Mengenai hal tersebut , Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong tidak membenarkan informasi meresahkan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Tabalong, H. Supoyo, beberapa waktu lalu, usai melakukan tinjauan ke wilayah tersebut bersama Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Tabalong.

Ketua Komisi III DPRD Tabalong, H. Supoyo

Supoyo menjelaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Lanjutnya, ia menjelaskan setelah ditindaklanjuti Komisi III DPRD Tabalong bahwa pihak Disperkimtan tidak ada akan melakukan tindakan penggusuran disekitar wilayah Pasar Kelua terkait dengan kawasan kumuh.

“Kita melakukan tinjauan ke Kecamatan Kelua khususnya di Kelurahan Pulau untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya berita penggusuran pemukiman di belakang pasar tersebut. Setelah kita tindaklanjuti dan turun ke kawasan tersebut bersama Perkim, ternyata informasi tersebut tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan”, jelas Supoyo beberapa waktu.

Senada dengan Ketua Komisi III DPRD Tabalong, Ervin Nirza Siregar, Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan PSU, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Tabalong juga tidak membenarkan informasi tersebut.

“Kalau untuk penggusuran, sementara tidak ada program dari pemerintah untuk penggusuran disana. Tidak benar kalau ada penggusuran”, tegas Ervin.

Lanjut Ervin menegaskan, dari pihak Perkim sementara tidak ada pelebaran jalan disana termasuk menggusur rumah warga disana.

“Sementara tidak ada pelebaran jalan disana dan menggussur rumahnya pun tidak. Memang lahan disana milik pemerintah tapi bukan aset milik Perkim dan saya tidak melihat bahwasanya itu akan digusur dan dibangun kembali, itu tidak ada”, bebernya.

Hj. Noor Farida dan Hanafi Gobet, Anggota DPRD Tabalong Dapil Selatan (Kecamatan Kelua, Muara Harus, Pugaan dan Benua Lawas)

Sementara, Hj. Noor Farida didampingi Hanafi Gobet yang merupakan anggota Legislatif Dapil Selatan (Kecamatan Kelua, Muara Harus, Pugaan dan Benua Lawas) juga anggota Komisi III DPRD Tabalong kepada wartawan mengatakan, isu yang yang sempat membuat resah warga setempat khususnya di kawasan belakang Pasar Kelua sempat dilaporkan kepada mereka.

Adanya laporan tersebut mereka berinisiatif mengajak Komisi III DPRD Tabalong bersama dinas terkait untuk memberikan keterangan terkait masalah tersebut agar tidak terjadi konflik.

“Kita tidak nyaman dengan adanya isu itu, jadi hari ini kita ajak Komisi III bersama Perkim untuk memberikan penjelasan. Alhamdulillah warga tadi memahami apa yang disampaikan Perkim dan juga menepis informasi bohong yang membuat resah warga”, terang Hj. Noor Farida.

Ia berharap masyarakat tidak menanggapi apapun isu yang belum jelas kebenarannya, tidak bisa dipertanggungjawabkan dan meresahkan.

“Jangan ditanggapi dulu informasi yang belum jelas kebenarannya, yang tidak berdasar, yang tidak bertuan. Tanyakan dulu kepada yang berwenang, misalnya ke RT, Kades, Camat atau bahkan kepada anggota dewan yang menjadi perwakilan di daerahnya”, kata perempuan yang akrab disapa warga Haji Ida. (din)