Wujudkan Keamanan Pangan, BBPOM Banjarmasin Lakukan Koordinasi dengan Dinkes Balangan

 113 total views,  1 views today

Foto : Istimewa

“Iya, Program ini terkait keamanan pangan yang tersedia di desa, pasar dan lingkungan sekolah”, ujar Kabid Infokom BBPOM Banjarmasin yang akrab disapa rekannya Bu Nana.

Paringin, Mercubenua.net – Koordinasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Balangan mengenai Program Keamanan Pangan 2021 di Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu rencananya akan melaksanakan program keamanan pangan terpadu dengan mengintervensi desa, Pasar dan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

Koordinasi BBPOM Banjarmasin dengan Dinkes Balangan tersebut merupakan salah satu langkah kesiapan daerah ini untuk mewujudkan sekolah, pasar dan desa pangan yang aman untuk masyarakat.

Program Keamanan Pangan Terpadu Tahun 2021yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Balangan, sebut Gusti Maulita Indriyana, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Banjarmasin adalah program nasional Badan POM sejak tahun 2014 hingga sekarang.

Lanjut Gusti Maulita Indriyana, Kabupaten Balangan diharapkan bisa memberikan dan menyiapkan ketersedian pangan yang aman baik di desa, pasar dan sekolah yang telah diintervensi pelaksanaan kegiatan Program Keamanan Pangan Terpadu sehingga bisa mewujudkan desa pangan yang aman dan pasar yang aman dari bahan berbahaya.

“Iya, Program ini terkait keamanan pangan yang tersedia di desa, pasar dan lingkungan sekolah”, ujar Kabid Infukom BBPOM Banjarmasin yang akrab disapa rekannya Bu Nana.

Lebih dari ketersedian pangan aman, program keamanan pangan terpadu ini, jelas Gusti bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan.

Salah satunya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kader keamanan pangan dan pengawas pasar aman dari bahan berbahaya secara mandiri.

Dengan terbentuknya kader tersebut, ungkap Gusti mengharapkan kader bisa memberikan informasi dan pemahaman terkait pentingnya keamanan pangan kepada komunitas desa.

Serta menjadi penghubung masyarakat dengan pemerintah jika ditemukan masalah terkait keamanan pangan baik di desa, pasar dan sekolah.

“Untuk pembedayaan kader keamanan pangan kita akan melibatkan komunitas yang terdapat didesa baik itu dari ibu rumah tangga, lingkungan sekolah dan karang taruna. Outputnya agar tersedianya pangan aman di desa, pasar dan sekolah yang diintervensi program ini,” pungkas Gusti Maulita Indriyana. (din)