Petani Karet di Tabalong Dibantu Bibit

 81 total views,  1 views today

Foto : Istimewa

“Tahun 2020 seluas 365 Ha, tahun 2021 seluas 250 Ha. Saat ini proposal ada yang masuk lagi tapi melihat anggaran perubahan dahulu, bila memungkinkan bisa diusulkan ke ABT”, jelas Mahyuni. 

TANJUNG, Mercubenua.net – Kelompok Petani Karet di Kabupaten Tabalong pada Kecamatan Tanjung, Murung Pudak, Muara Uya dan Haruai serta Kecamatan Upau dibantu bibit karet untuk luas lahan penanaman 250 Ha.

Total dari luas lahan tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong memberikan bantuan bibit karet sebanyak 112 ribu pohon.

Penyerahan bantuan bibit tersebut dilakukan secara simbolis di Keluarahan Jangkung, Kecamatan Tanjung, Senin (22/3/2021) lalu.

Untuk kelurahan Jangkung sendiri luas lahan yang akan ditanami bibit karet seluas 27 Ha.

Kepala Bidang Sarana Pertanian dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong, Saleh, meminta para petani bisa melakukan penanaman bibit karet ini dengan pola tanam Supradin.

Lanjut Saleh menjelaskan, dengan pola tanam Supradin petani bisa mengintegrasikan lahan perkebunan karet dengan bidang lainnya, misalnya seperti berternak atau bercocok tanam tanaman lainnya agar bisa meningkatkan perekonomian.

Untuk penanaman bibit karet dengan pola Supradin, petani bisa menanam bibitnya sebanyak 400 bibit untuk luas satu hektar dan 50 bibit untuk sulaman. 

Kepada para petani yang telah menerima bibit ini Saleh menyarankan agar melakukan penanaman, sebab di Kabupaten Tabalong telah memasuki musim kumarau.

Foto : Kasi Sarana Pertanian dan Perkebunan, Mahyuni.

Terpisah saat ditemui wartawan dikantornya, Kasi Sarana Pertanian dan Perkebunan, Mahyuni didampingi Mukhyar, Sp menyebutkan bantuan bibit karet untuk kelompok petani karet ini merupakan salah satu program di Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong tahun ini dalam rangka peremajaan karet.

Mahyuni menyebutkan sebelumnya Kabupaten Tabalong melakukan peremajaan karet pada tahun 2020 lalu seluas 365 Ha, kemudian dilanjutkan kembali tahun ini seluas 250 Ha.

“Tahun 2020 seluas 365 Ha, tahun 2021 seluas 250 Ha. Saat ini proposal ada yang masuk lagi tapi melihat anggaran perubahan dahulu, bila memungkinkan bisa diusulkan ke ABT”, jelas Mahyuni. (din)