Cegah Penyebaran Covid -19, Tiga Pilar Jaro Optimalkan Peran Posko Perbatasan

 28 total views,  2 views today

Foto : Istimewa

“Kami, tiga pilar Kecamatan Jaro mengaktifkan lagi satgas dan posko desa yang sudah ada. Pengoptimalan satgas dan posko desa ini tujuannya untuk mendukung Larangan mudik Lebaran 2021 dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” urai  Suwandi Camat Jaro

TANJUNG, Mercubenua.net –  Sejumlah titik perbatasan di Bumi Sarabakawa dijaga oleh Tiga Pilar Kabupaten Tabalong. Salah satunya adalah di Kecamatan Jaro di Pos Checkpoint Perbatasan.

Ketika digelar pengamanan di Pos Checkpoint Perbatasan Kecamatan Jaro, Senin (3/5/2021) tadi, Tiga Pilar yang terdiri dari Camat Jaro, Danramil 01/Muara Uya dan Kapolsek berserta anggota Juga Kepala UPT Puskesmas Jaro memberikan sosialisasi Larangan Mudik dalam upaya mencegah terjadinya lonjakan Covid-19, disamping melakukan pengamanan, khususnya di Tabalong.

Diketahui bersama di Tabalong, jalur resmi yang dilalui jalan antar provinsi ada dua titik yang jadi batas Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan provinsi tetangga. Pertama, di wilayah Kecamatan Jaro berbatasan langsung dengan Kaltim dan di Kecamatan Kelua berbatasan Kalteng.

Suwandi, Camat Jaro mengungkapkan untuk memutus rantrai penyebaran covid -19, dirinya bersama Tiga Pilar Kecamatan Jaro akan mengoptimalkan peran Satgas Covid -19 dan Posko Desa, termasuk mendukung Larangan Mudik Lebaran 2021.

“Kami, tiga pilar Kecamatan Jaro mengaktifkan lagi satgas dan posko desa yang sudah ada. Pengoptimalan satgas dan posko desa ini tujuannya untuk mendukung Larangan mudik Lebaran 2021 dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” urai  Suwandi Camat Jaro.

Bagi pengendara yang kedapatan mudik lebaran, nantinya pengendara tersebut disuruh putar balik ke tempat awal keberangkatan. Namun larangan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan yang bersifat emergency.

Sementara Danramil 01/Muara Uya, Kapten Inf Uung Sutandi mengatakan pihaknya telah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga  terkait larangan mudik.

Petugas berharap masyarakat dapat memahami keputusan pelarangan mudik oleh pemerintah, didasari pemikiran untuk mencegah terjadinya ledakan kasus dan penularan masif Covid-19 akibat mobilitas masyarakat yang tinggi saat momen mudik. (mercu)