Sekda Tabalong : Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak, Semua Pihak Harus Tumbuhkan Kepedulian

 15 total views,  1 views today

Foto : Istimewa

“Upaya menurunkan kematian ibu dan bayi perlu komitmen dan koordinasi bersama semua pihak. Dinas Kesehatan bisa meningkatkan koordinasi dengan lintas sektor. Semua harus membuat komitmen bersama dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi”, tegas AM Sangadji.

TANJUNG, Mercubenua.net – Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabalong, meminta semua pihak bisa menumbuhkan kepedulian. Semua pihak tersebut baik pemerintah ataupun pihak swasta bisa memastikan usaha menekan angka kematian ibu dan bayi bisa berjalan efektif dan membuahkan hasil yang optimal.

Hal tersebut disampaikan H AM Sangadji Sekda Tabalong, Kamis (10/6/2021) tadi, saat memberikan sambutan pada pertemuan Sinergitas Dan Komitmen Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Tingkat Kabupaten Tabalong Tahun 2021, di Gedung Sarabakawa.

“Semua pihak agar bisa menumbuhkan kepedulian baik dari sektor pemerintah dan non-pemerintah guna memastikan usaha mengatasinya berjalan efektif dan membuahkan hasil yang optimal dalam menekan angka kematian ibu dan bayi”, ujar Sekda Tabalong.

Dirinya menyatakan mendukung semua upaya yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan agar upaya menekan angka kematian ibu dan bayi berjalan optimal.  

“Semua, khususnya kita Pemerintah Daerah Tabalong bisa berperan aktif, mendukung dan melaksanakan semua program percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu perlu dukungan pihak swasta baik dalam pembiayaan program kesehatan melalui CSR-nya pun partisipasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan swasta”, jelas AM Sangadji.

AM Sangadji mengharapkan kegiatan ini bisa menghasilkan gagasan dan saran penting dalam mempelajari masalah Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Tabalong. Termasuk meningkatkan peran lintas program dan lintas sektor dalam upaya menangani masalah ini.

“Upaya menurunkan kematian ibu dan bayi perlu komitmen dan koordinasi bersama semua pihak. Dinas Kesehatan bisa meningkatkan koordinasi dengan lintas sektor. Semua harus membuat komitmen bersama dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi”, tegas AM Sangadji.

 Menurut AM Sangadji masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia bukan hanya PR pemerintah atau kementerian kesehatan, namun juga seluruh elemen masyarakat.

Sementara dalam sambutan yang disampaikan AM Sangadji diketahui data jumlah kematian ibu di Kabupaten Tabalong pada tahun 2019 sebanyak 4 kasus dengan perhitungan AKI sebesar 93 per 100.000 kelahiran hidup dan jumlah kematian bayi sebanyak 31 kasus dengan AKB 7 per 1.000 kelahiran hidup.

Sedangkan pada tahun 2020 terjadi kenaikan kasus, yaitu jumlah kematian ibu sebanyak 6 kasus dengan AKI sebesar 146 per 100.000 kelahiran hidup dan jumlah kematian bayi sebanyak 42 kasus dengan AKB 10 per 1.000 kelahiran hidup. (din/mer)