Tabalong Gelar Pertemuan Sinergitas Dan Komitmen Pelaksanaan Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Bayi

 15 total views,  1 views today

Foto : Istimewa

“Keterlambatan pengambilan keputusan ditingkat keluarga agar dapat dihindari apabila ibu dan keluarga mengetahui tanda bahaya kehamilan dan persalinan serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya”, jelas Rapolo Manik saat menyampaikan laporan dihadapan peserta.

TANJUNG, Mercubenua.net – Sebanyak 52 orang peserta dari lingkup kabupaten dan kecamatan di Tabalong  ikuti Pertemuan Sinergitas dan Komitmen Pelaksanaan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Tahun 2021, di Gedung Sarabakawa, Kamis (10/6/2021).

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah mempelajari masalah Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Tabalong, Meningkatkan peran lintas program dan lintas sektor dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi serta meningkatkan koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong dan lintas sektor dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi. Termasuk membuat komitmen bersama dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi.

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong, Rapolo Manik menyebutkan salah satu penyebab terjadinya kematian pada ibu dan bayi adalah keterlambatan pengambilan keputusan.

“Keterlambatan pengambilan keputusan ditingkat keluarga agar dapat dihindari apabila ibu dan keluarga mengetahui tanda bahaya kehamilan dan persalinan serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya”, jelas Rapolo Manik saat menyampaikan laporan dihadapan peserta.

Lanjut Rapolo dalam laporannya menyampaikan Kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, tekanan darah yang tinggi saat hamil (eklampsia), infeksi, persalinan macet dan komplikasi keguguran. Sedangkan penyebab langsung kematian bayi adalah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kekurangan oksigen (asfiksia).

Penyebab tidak langsung kematian ibu dan bayi baru lahir adalah karena kondisi masyarakat seperti pendidikan, sosial ekonomi dan budaya. Kondisi geografi serta keadaan sarana pelayanan yang kurang siap ikut memperberat permasalahan ini.

Rapolo mengatakan Salah satu upaya terobosan dan terbukti mampu meningkatkan indikator proksi (persalinan oleh tenaga kesehatan) dalam penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi adalah Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Melalui program tersebut dapat meningkatkan peran aktif suami (suami Siaga), keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman.

“Program ini juga meningkatkan persiapan menghadapi komplikasi pada saat kehamilan, termasuk perencanaan pemakaian alat/ obat kontrasepsi pasca persalinan”, kata Rapolo Manik.

Diketahui data Jumlah Kematian Ibu di Kabupaten Tabalong pada tahun 2019 sebanyak 4 kasus dengan perhitungan AKI sebesar 93 per 100.000 kelahiran hidup dan Jumlah kematian bayi sebanyak 31 kasus dengan AKB 7 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan pada tahun 2020 terjadi kenaikan kasus, yaitu jumlah kematian ibu sebanyak 6 kasus dengan AKI sebesar 146 per 100.000 kelahiran hidup dan jumlah kematian bayi sebanyak 42 kasus dengan AKB 10 per 1.000 kelahiran hidup.

Pada kegiatan Pertemuan Sinergitas dan Komitmen Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Tingkat Kabupaten Tabalong turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong AM Sangadji, Kepala Bappeda Tabalong Noor Rifani dan Kepala Dinkes setempat dr. Taufiqurahman Hamdie. (din/mer)