Tahapan Finishing, Raperda Pencegahan Narkoba di Tabalong Dikonsultasikan ke Biro Hukum Provinsi

 145 total views,  2 views today

Foto: Istimewa

“Dahulu ada salah seorang pelamar kerja, saat melakukan tes MCU dia gagal karena didalam paru-parunya terdapat banyak lem”, kata Ferry mengungkapkan dampak penyalahgunaan zat-zat adiktif dan obat-obatan.

Tanjung, Mercubenua.net – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Tabalong terkait Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) telah memasuki tahap finishing.

Raperda tersebut selanjutnya akan segera dikonsultasikan kepada Biro Hukum Provinsi Kalsel.

“Pembahasan Raperda P4GN sudah selesai. Selanjutnya akan dikonsultasikan ke Biro Hukum di provinsi. Sebelum diparipurnakan hasil konsultasi itu kita bahas dulu”, ujar Ferry Elpini T Politisi Partai Demokrat, usai Rapat Pembahasan Komisi Satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong bersama tim Raperda yang terdiri dari Bagian Hukum Setda Tabalong, Kesbangpol Tabalong dan BNNK Tabalong, di Setwan setempat, Senin (13/9/2021) tadi.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Tabalong tersebut mengharapkan melalui rapreda itu di Bumi Sarabakawa dapat dicegah penyalahgunaan narkoba sedini mungkin. Pasalnya, narkoba adalah salah satu momok serius penghancur masa depan.

“Dahulu ada salah seorang pelamar kerja, saat melakukan tes MCU dia gagal karena didalam paru-parunya terdapat banyak lem”, kata Ferry mengungkapkan dampak penyalahgunaan zat-zat adiktif dan obat-obatan.

Diketahui, dalam rapat finishing raperda P4GN bagi yang mabok menggunakan “Lem Fox” juga akan diberi sanksi tegas berupa kurungan penjara selama 6 bulan.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Tabalong, Supriani mengingatkan tim raperda saat melakukan konsultasi ke Biro Hukum di Provinsi agar dilakukan bersama pihak legeslatif.

“Saya harap kita bisa melakukan konsultasi raperda ini bersama-sama. Kami tidak ingin ada pasal-pasal yang dihapus seperti yang sudah-sudah”, tegas Supriani. (din)