Pencegahan Dini Konflik Sosial, Kesbang Tabalong Gelar Rapat Gabungan

 46 total views,  1 views today

“Selain jalin silaturahmi, tujuan rapat gabungan ini untuk mencegah secara dini isu-isu yang berpotensi menjadi masalah sosial”, jelasnya.

TANJUNG, Mercubenua.net – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 64 desa di Kabupaten Tabalong ditenggarai berpotensi memunculkan konflik sosial ditengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesbang Tabalong Ahmad Rahadiannor dalam laporannya dihadapan Wakil Bupati Tabalong, H Mawardi dan Komandan Kodim 1008/Tabalong, Ras Lambang Yudha saat memimpin rapat gabungan koordinasi tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Konflik Sosial Dalam Negeri dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Tabalong di Pendopo Bersinar, Selasa (21/9/2021) kemaren.

“6 November mendatang akan diadakan pemilihan kepala desa di 64 desa. Potensi konflik bisa saja muncul dari desa yang memiliki calon Kades lebih dari 3-5 orang, dikhawatirkan muncul berbagai praktik kecurangan mulai kempanye gelap hingga politik uang”, jelas Rahadian Noor.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan setidaknya ada beberapa isu ancaman yang rawan menimbulkan konflik sosial di Bumi Sarabakawa, selain isu pilkades.

Isu tersebut diantaranya ialah isu aliran sesat atau menyimpang, isu keberadaan tenang kerja asing, isu aktifitas ormas gelap dan marak beredar informasi tidak benar HOAX.

Rahadian berharap rapat gabungan ini dapat meredam isu-isu berpotensi konflik sosial di Tabalong.

“Selain jalin silaturahmi, tujuan rapat gabungan ini untuk mencegah secara dini isu-isu yang berpotensi menjadi masalah sosial”, jelasnya.

Masyarakat diharapkan bisa menahan diri terhadap isu-isu beredar yang berpotensi menimbulkan permasalahan sosial, termasuk untuk selalu jeli menangkap informasi-informasi yang diterima baik dari medsos ataupun hal lainnya, untuk tetap menjaga kondusifitas yang selama ini berjalan dengan baik di Tabalong.

Dalam rapat tersebut, selain Wabup dan Dandim 1008/Tabalong, turut hadir unsur pimpinan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh organisasi dan unsur-unsur lainnya. (din)