Mawardi Perintahkan Tim Terpadu dan FKDM Pantau Isu Berpotensi Konflik

 48 total views,  1 views today

“Beberapa isu rawan konflik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan agar selalu dilakukan pemantauan, termasuk aliran menyimpang atau sesat. Mudahan ini tidak terjadi di tempat kita”, jelasnya.

TANJUNG, Mercubenua.net – Wakil Bupati Tabalong, H Mawardi mengaku bersyukur di Bumi Sarabakawa kehidupan bermasyarakat yang beragam masih terjaga baik dalam segi keamanan, ketertiban dan kondusif.

Menurutnya masyarakat Tabalong sudah terbiasa dengan keberagaman.

Hal tersebut ia sampaikan dikesempatan memberikan arahan dalam sambutan pada Rapat Gabungan Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Konflik Sosial Dalam Negeri dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tabalong di Pendopo Bersinar, Selasa (21/9/2021) kemaren. 

“Alhamdulilah kamtibmas di Tabalong masih dalam kondisi terjaga sampai saat ini. Masyarakat kita sudah terbiasa dengan keberagaman, semenjak adanya perusahaan minyak di Tabalong, kondisi ini sudah terjaga”, ucap Mawardi.

Ia meminta tim terpadu dan FKDM selalu melakukan pemantauan terhadap laporan isu-isu rawan konflik, salah satunya seperti pelaksanaan pilkades serentak di Tabalong hingga isu aliran sesat atau menyimpang.

“Beberapa isu rawan konflik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan agar selalu dilakukan pemantauan, termasuk aliran menyimpang atau sesat. Mudahan ini tidak terjadi di tempat kita”, jelasnya.

Terkait kegiatan ormas gelap, ia meminta masyarakat jangan mudah terpengaruh terhadap provokasi.

“Kegiatan ormas harus jelas dan masyarakat jangan sampai terprovokasi jangan mudah termakan informasi tidak benar atau HOAX”, pinta Mawardi.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Konflik Sosial dan FKDM berkenaan dengan ditetapkannya Kaltim sebagai IKN baru, mengenai tantangan yang semakin berat termasuk penanganan dini isu yang dapat menimbulkan konflik sosial.

“Perlu disadari bersamaan dengan ditetapkannya IKN yang akan dipindah ke Kaltim juga menimbulkan ancaman konflik sosial termasuk masalah tenang kerja”, terangnya. (din)