Dewan Tabalong Pinta Pengerjaan Parkir di Bekas Terminal Lama Kawasan Pasar Kelua Tidak Rugikan Pedagang

 67 total views,  1 views today

“Pada prinsipnya kalau untuk menata kita sepakat, namun aspirasi mereka juga harus kita berikan jalan keluar. Mereka sudah bertahun tahun berdagang disana dan juga dipungut retribusi”, terang Habib.

TANJUNG, Mercubenua.net – Warga berjualan yang terdampak rencana pembangunan tempat parkir roda dua di bekas Terminal Lama Kawasan Pasar Kelua adukan nasib kepada wakil rakyat.

Sesuai surat pemberitahuan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong, tertanggal 13 September 2021, para pedagang, warung dan kios di kawasan Ex Terminal Lama Kelua diberitahukan batas akhir pindah dan membongkar warung dan kios paling lambat tanggal 25 September 2021.

Pada dasarnya, seperti yang diungkapkan anggota DPRD Tabalong, Hj Noor Farida, SE warga yang berjualan di kawasan tersebut setuju saja untuk direlokasi, namun sampai saat ini mereka belum mendapat kepastian tempat relokasi yang tepat.

“Mereka setuju saja untuk direlokasi, masalah ini Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan dan pihak terkait lainnya harus duduk bersama dahulu. Kita harus bermusyawarah dahulu”, ujar Noor Farida usai lakukan tinjauan disana.

Noor Farida berharap relokasi warga berjualan disana bisa dilakukan tanpa ada konflik.

“Harus dipikirkan tempat relokasi mereka jangan sampai merugikan mereka”, tandasnya.

Senada dengan Noor Farida, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong, Habib Muhammad Taufani Al- Kaff meminta relokasi pedagang di Kawasan Terminal lama Pasar Kelua, agar bisa dilakukan dengan penyelesaian musyawarah.

“Pada prinsipnya kalau untuk menata kita sepakat, namun aspirasi mereka juga harus kita berikan jalan keluar. Mereka sudah bertahun tahun berdagang disana dan juga dipungut retribusi”, terang Habib.

Habib berharap Dinas terkait bisa duduk bersama sama untuk menyelesaikan permasalahan tanpa siapapun yang dirugikan.

“Kita harap semuanya bisa sama-sama mencari solusi. Dinas Perhubungan mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik, para pedagang juga tidak dirugikan. Kita mau menata tapi jangan sampai merugikan mereka”, jelasnya.

Habib menegaskan Dinas Perdagangan harus bisa memfasilitasi relokasi warga berjualan yang terdampak proyek tersebut.

“Secara garis besar mereka sudah menyampaikan masukan, namun sekali lagi ini harus dimusyawarahkan baik-baik”, pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Husin Anshari menjelaskan relokasi pedagang terdampak pembangunan parkir roda dua di kawasan Terminal Lama Kawasan Pasar Kelua sudah disampaikan.

Pihaknya menyatakan siap memfasilitasi permasalahan relokasi pedagang. (din)