Pemerintah Kabupaten Tabalong Tidak Pernah Membedakan Pembangunan Di Tiga Wilayahnya.

 54 total views,  1 views today

Tanjung, Mercu Benua.

Membangun infrastruktur baik jalan, jembatan, gedung, pengairan serta rehab bangunan merupakan tugas pemerintah. Tugas pemerintah ialah melayani masyarakat, agar masyarakat mudah melaksanakan aktivitas diberbagai bidang. Tentu membangun, rehab tidak bisa seperti membalik telapak tangan, perlu tahapan dan kesabaran karena semua kembali kepada kemampuan keuangan daerah yang tersedia.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tabalong, H. Noor Rifani, ST, SH, MT yang ditemui dikantornya mengatakan, bahwa dinas yang dia pimpin dan selalu berkoordinasi dengan pimpinan untuk menuntaskan pembangunan disegala bidang terutama infrastruktur. “Yang pasti kami tidak pernah membedakan wilayah yang dibangun, baik wilayah tengah, utara maupun selatan di Kabupaten Tabalong”, tandasnya.

Ditambahkan kepala dinas, selain membangun, pihaknya punya tim reaksi cepat untuk menanggulangi bencana agar masyarakat tidak terganggu dalam melaksanakan aktivitas kesahariannya, seperti tanah ambles di Kecamatan Banua Lawas maupun Jembatan putus di Garunggung/Pangi yang menuju Desa Kambitin Trans, Kecamatan Tanjung.

“Mohon maaf bagi daerah yang belum tersentuh pembangunan, harus bersabar, karena kami bekerja atas usulan masyarakat berdasarkan Musrenbang dari desa, kecamatan sapai kabupaten. Itupun kalau dana APBD kabupaten tidak cukup, terpaksa proyek tersebut kami mintakan lewat dana APBD provinsi maupun dana APBN pusat. Yang pasti kami dan staff PUPR siap bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat,” jelasnya.

Menurut pengamatan media, bahwa jajaran PUPR memang banyak melakukan pembangunan, baik itu bidang Bina Marga, Cipta Karya maupun Pengairan. Lihat saja pembangunan jalan simpang empat Islamic centre menuju Tanta, pengerasan Jalan Madang-Jirak, Rehab Mall Attaibah Mabuun yang sebentar lagi digunakan kantor bersama pelayanan Perizinan untuk mendukung Tabalong sebagai Smart City serta membuka akses jalan menuju Salikung, Kecamatan Muara Uya yang selama ini dikatakan sebagai desa terpencil.

Ketua DPRD Tabalong, H. Mustafa maupun Wakil Ketua Satu, Jurni, SE, mengharapkan pembangunan di Tabalong berjalan dengan perencanaan yang ada. Menurut mereka bahwa pembangunan sudah melalui tahapan Musrenbang baik dari bawah/desa sampai kabupaten. “Yang kita kerjakan jangan setengah-setengah, bekerja harus sampai tuntas. Khususnya akses jalan dan jembatan ke Salikung, kami minta jangan sampai diaspal saja juga jembatannya harus parmanen, tidak Cuma hanya sampai pengerasan. Juga kami berharap listrikpun dari PLN bisa masuk ke Salikung dan Kumap, agar 2 desa tersebut merasakan kemerdekaan yang sebenarnya. Selama Indonesia merdeka, selama Tabalong berdiri mereka belum pernah mendapat layanan jalan yang baik maupun listrik yang tinggal ktik nyala” terang Jurni dan diangguki H. Mustafa.

“Pembangunan di Tabalong harus didukung, baik Dinas PUPR, Disperkim, Kesehatan maupun Pendidikan. Mudahan dengan banyaknya pembangunan rakyat terbantu dalam berusaha, ekonomi masyarakat membaik. Dan yang pasti dengan banyaknya pembangunan, para kontraktor bidang permabangunan bisa berdaya”, terang H. Angah Herman Sosilo. (Wis).