Menyampir Buaya Dalam Gelar Budaya Sarabakawa 2

 484 total views,  1 views today

Tanjung, mercubenua.net- Menyampir merupakan budaya orang-orang Selatan Kabupaten Tabalong (Kelua, Pugaan, Banua Lawas).

Manyampir merupakan adat istiadat para keluarga yang memberi makan kepada salah salah satu nenek moyang mereka yang konon pada waktu itu melahirkan dua orang anak, satu berbentuk manusia dan satu lagi berbentuk buaya kuning.

Hingga kini, kalau ada acara seperti kawinan, tidak diberi sesaji pasti ada salah seorang yang jatuh tiarap dan tingkah lakunya mirip kelakuan buaya.

Di Ulang Tahun Kabupaten Tabalong ke 54, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Gelar Budaya “Manyampir Buaya” sekaligus “Babarasih Wasi Tuha” yang dilaksanakan di Desa Sei Anyar, Kecamatan Banua Lawas, Minggu (8/12).

Menyampir dimulai dengan arak-arakan dan dibuka langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan, Zulfan Noor yang mewakili bupati Tabalong.

Acara juga dihadiri oleh Kajari Tabalong, Kadisdik Tabalong, Kadis Kominfo, Kusmadi Uwis, Maksum Dahlan (Pengusul), Camat dan Muspika Banua Lawas, Keluarga Besar Datu Buaya dan diiringi oleh musik Hadrah dan topeng.

Setelah keluarga pembawa kue 41 macam diarak berputar-putar kemudian para keluarga turun kesungai yang diwakili beberapa orang.

Para wakil keluarga turun kelanting (rakit) kemudian memecahkan telur dan telur tersebut dimasukan kedalam air.

Sehabis memberi makan buaya kemudian keluarga naik kepanggung untuk membersihkan Wasi Tuha berupa tombak, parang maupun besi tuha lainnya.

“Mudahan acara Menyampir ini bisa menjadi even kebudayaan tiap tahun seperti Tabalong Ethnic Pestival (TEF). Kalau bisa, even ini bisa seperti Erau di Tenggarong.

Kalau di Erau, sebelum acara puncak ada karasmin atau pertunjukan tari-tarian Suku Dayak, Kutai atau lainnya kemudian dilanjutkan dengan menurunkan naga kesungai. Nah, kalau di Tabalong diharapkan adanya kolaborasi antara TEF dan Menyampir.

TEF yang menyuguhkan tarian Dayak dan suku lainnya, dipenghujung acara bisa dilaksanakan Manyampir.

Pemikiran kami bahwa, sebenarnya selain melaksanakan kegiatan hari jadi dengan menampilkan hiburan untuk rakyat, kemudian kita selalu menjaga tradisi budaya yang sudah ada. Kami sangat yakin bahwa budaya Menyampir ini bisa dikemas dengan lebih apik lagi dan sedikit lebih besar.

Yaitu dengan mengundang warga Kelua maupun warga Tabalong yang ada diluar seperti Kuala Tungkal, Tambilahan maupun yang ada di negeri Jiran seperti Malaysia, Singapura maupun Berunai bisa datang ke Tabalong.

Biar warga turunan Tabalong tahu bahwa kampung halaman nenek moyang mereka sudah sangat maju dan menuju Smart City”, harap Kusmadi Uwis diangguki Maksum Dahlan sebagai pengusul. (Tim)