RSUD H. Badarudin Kasim Laksanakan Akredetasi Selama Empat Hari Untuk Menuju Rumah Sakit Type B

 145 total views,  1 views today

Direktur RSUD H. Badaruddin Kasim Bersama Bupati Tabalong dan Tim Surveior

Tanjung, mercubenua.net- Pelayanan kesehatan merupakan kewajiban pemerintah untuk melayani masyarakatnya. Terlebih lagi Akredetasi sebagai dasar kerjasama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS).

Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Badarudin Kasim, Tanjung, Akredetasi dilaksanakan selama 4 hari (11-14/12) 2019.

Karyawan RSUD H. Badaruddin Kasim sedang lakukan simulasi

“Alhamdulillah pada hari ini sudah selesai menjalani penilaian oleh KARS (Komite Akreditasi Rumas Sakit). KART suatu lembaga independen yang dibentuk pemerintah pusat. yang bertugas memberikan penilaian terhadap rumah sakit diseluruh Indonesia tentang kualitas, mutu suatu rumah sakit,” kata Direktur RSUD H. Badaruddin Kasim, dr. Mastur Kurniawan.

Lebih lanjut, dr. Mastur menjelaskan hasil penilaian tersebut akan dipakai Kemenkes untuk dasar kerjasama dengan BPJS.

RSUD H.Badarudin Kasim tahun ini menjalani penilaian 15 Pokja untuk menuju penilaian yang tertinggi bintang 5 (Paripurna). Karena Tahun 2018 kemarin RSUD H. Badarudin Kasim lulus dengan akreditasi Bintang 1, yang berlaku selama 3 tahun sampai Tahun 2021. Jadi Tahun 2019 ini harusnya rumah sakit hanya penilaian verifikasi atau naik bertahap ke bintang 2.

Tim Pengawas, dr. Syarifuddin dan wartawan

Tapi karena keinginan dan tekad bersama seluruh karyawan rumah sakit untuk peningkatan mutu juga keselamatan pasien serta keamanan karyawan dalam bekerja maka diputuskan untuk maju penilaian akreditasi Paripurna.

“Semua karyawan sudah berusaha maksimal selama 4 hari mulai mulai jam 8 pagi sampai dengan jam 10 malam. Apapun hasilnya, pengennya yang terbaik, karena akreditasi penilaiannya mulai dari sarana prasarana, pelayanan-pelayanan pasien, keramahan dokter, perawat, bidan, satpam dan lain-lain. Kami juga diwajibkan melaksanakan simulasi pertolongan kebakaran di rumah sakit, kecepatan penanganan pasien bila ada serangan jantung/stroke saat berobat di poli dan lain sebagainya,” beber Direktur.

dr. Putu Harina, Sp, Bs, Ketua Tim Akredetasi RSUD

Dengan support Bupati Tabalong, Drs. H. Anang Sakhfiani, M.Si beserta SKPD yang terkait maka RSUD H. Badarudin Kasim berani memutuskan untuk melaksanakan akreditasi dengan tujuan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Tabalong. Sehingga kekurangan-kekurangan rumah sakit akan tahu bila hasil penilaian keluar.

“Hasil penilaian diperkirakan keluar 1-2 bulan kedepan. Semoga hasil yang diharapkan bisa meraih Bintang 5. Dari akredetasi Tahun 2018 mendapat Bintang 1 dengan dua rumah sakit yaitu rumah sakit lama dan rumah sakit baru di Maburai, Kecamatan Murung Pudak,” terang dr Mastur Kurniawan.

“Penilaian akreditasi ini benar benar mantap, mulai tempat sampah yang tidak bertutup, ruang isolasi yang harusnya tidak boleh pakai AC, administrasi dan lain-lain. Pokoknya kami diajari dan dibimbing bagaimana rumah sakit bisa melayani pasien dengan baik dan benar”, terang dr. Putu Harina, Sp.BS yang dipercaya sebagai Ketua Tim Akreditasi RSUD H. Badarudin Kasim.

Sementara itu Drs. H. Bakhid, M.Si yang merupakan salah seorang Pengawas RSUD H. Badarudin Kasim menyambut baik dengan adanya Akreditasi ini, mudahan kedepannya rumah sakit akan lebih baik, terutama tentang pelayanan kepada masyarakat. Mudahan juga rumah sakit bisa menggunakan bagian/instrumen yang ada, seperti menempatkan bagian administrasi yang baik dan handal. Contoh tidak adalagi karyawan nyelonong langsung ke direktur, dia harus lewat tatanan yang sudah ada atau sesuai dengan SOP.

“Memang dalam penilaian Akreditasi kali ini ada terdapat kekurangan yang ditemukan oleh Tim Survior, Tim menemukan salah satu dokter spesialist yang tidak pernah melakukan oerasi di rumah sakit. Padahal alat dokter tersebut sudah lengkap dan harga alat tersebut sekitar Rp2 M. Tim minta kepada dokter spesialist itu sesegeranya melakukan operasi dirumah sakit. Kenapa diluar berani operasi sedang dirumah sakit tidak”, terang dr Saripudin Basri S.Pog yang juga merupakan Surveior akreditasi. (Wis)