Motif Hubungan Asmara Sejenis, Penganiayaan Dipicu Rasa Cemburu

 700 total views,  1 views today

Gambar: Pelaku Abdor alias AB (28) jawab sejumlah pertanyaan. 

“Pelaku dan korban menjalin hubungan asrama sesama jenis, sedangkan motif pelaku menganiaya karena sakit hati dengan korban,” kata Kapolres Tabalong. 

TANJUNG, Mercubenua.net – Kasus penganiayaan berujung ditangkapnya pelaku Abdor alias AB (28) lelaki asal Kabupaten Balangan terhadap korban SU (18) pemuda asal Tabalong ternyata dipicu oleh hubungan asmara.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tabalong Anib Bastian dalam Konferensi Pers di Aula Tatag Trawang Tungga Mapolres Tabalong, Senin (15/01/2024).

Sebelumnya, AB ditangkap petugas Polres Tabalong pada Kamis (11/1/2024) lalu, karena dilaporkan korban SU.

“Pelaku dan korban menjalin hubungan asmara sesama jenis, sedangkan motif pelaku menganiaya karena sakit hati dengan korban,” kata Kapolres Tabalong. 

Anib menjelaskan penganiayaan itu bermula saat pelaku di rumah SU (korban, red) selama dua hari di rumahnya di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak.

“Saat di dalam kamar, korban melihat chat mesra di handphone pelaku dan cemburu,” ujarnya.

Lanjut Kapolres karena karena merasa diselingkuhi, korban menghampiri pelaku ke dapur sambil marah-marah.

Selanjutnya, kesal korban seperti itu, pelaku kemudian mengejar dan mencekik leher SU dan berulangkali menampar wajah korban lalu mendorongnya ke dalam kamar.

Setelah itu korban kembali ditampar berkali-kali oleh pelaku dengan tangan terbuka. Pelaku juga mencakar lengan kanan dan dada korban serta menendang kaki kanan korban sebanyak tiga kali.

Diketahui, menurut keterangan pelaku, hubungan asmara dengan korban sudah berjalan tiga bulan bermula dari bisnis yang dijalankan.

“Sudah tiga bulan, kenal karena ada bisnis”, pungkas pelaku AB mengungkap hubungan asmaranya dengan SU.

Akibat ulah AB, SU menderita luka cakar pada bagian leher dan lengan sebelah kanan, luka memar pada bagian bibir bawah dan lebam pada bagian kaki sebelah kanan. (mer/din)