KNPI Tabalong Ajak Semua Pihak Wujudkan Pemilu Damai

 208 total views,  1 views today

“Jangan karena berbeda pilihan kita menjadi tidak akur, itu tidak patut,” imbuhnya.

TANJUNG, Mercubenua.net – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tabalong mengajak semua pihak bersama-sama mengawal pemilu 14 Pebruari mendatang agar terlaksana dengan damai dan tentram.

Hal tersebut disampaikan Ari Wahyu Utomo, Ketua KNPI Tabalong kepada sejumlah awak media disela-sela kegiatannya, Selasa (23/1/2024, di Tanjung.

Sebagai tokoh pemuda, ia mengaku memiliki beban moral untuk berpartisipasi mewujudkan pemilu yang damai, jujur, adil dan aman.

“Sebagai Ketua Pemuda KNPI, tentunya kita punya beban moril bagaimana pemilu 2024 agar tidak seperti pemilu 2019,” kata Ari.

Ari meminta walau sedang dalam pemilu, seluruh pihak dapat memahami menjaga kerukunan adalah kewajiban bersama. Terutama bagi kaum pemuda-pemudi yang selalu memegang sosial media.

“Bagi kaum pemuda agar lebih bagus dan bijak lagu dalam menggunakan sosial media,” ujar Ari.

Ari Wahyu Utomo yang belakangan juga mencalonkan diri pada kontestasi pileg dengan Jargon Mantab (Muda Bangun Tabalong) menekankan, meskipun berbeda pilihan politik agar tetap mengedepankan persatuan.

“Jangan karena berbeda pilihan kita menjadi tidak akur, itu tidak patut,” imbuhnya.

Ia juga sangat menyayangkan masih ada segelintir pihak yang belum bijak dalam menyikapi dan mengemukan pendapat terhadap perbedaan tentang pilihan politik. Terutama yang disampaikan melalui media sosial.

“Tidak cocok rasanya orang seperti kita ini, belum memberikan apa-apa terhadap daerah, bangsa dan negara mengolok-olok orang-orang besar, seperti Pak Anis, Pak Prabowo Pak Ganjar yang sudah ada jasanya untuk daerah asalnya dan negara,” tegas Ari.

Ia menghimbau semuanya untuk bisa menjaga pemilu 2024 dengan santai dan damai tanpa ada perbelahan dan perpecahan. Termasuk bagi setiap pemilih pemula.

“KNPI sangat mendukung pemilu damai, kita harap para anggota dapat menjadi contoh agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” pungkasnya. (mer/din)