Inovasi Jempol Mili Pedas, Langkah Pemkab Balangan Optimalkan Penggunaan Dana Desa

 970 total views,  7 views today

Gambar: Setda Balangan

“Jadikan Pemerintah sudah melibatkan masyarakat untuk memastikan penggunaan dana desa dilakukan secara terbuka dan akuntabel,” tambah Husaini.

PARINGIN, Mercubenua.net – Dana Desa merupakan salah satu instrument yang memiliki peran penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan. 

Dalam rangka memastikan dana desa tersebut digunakan secara efektif dan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui pihak terkait secara konsisten terus monitoring dan evaluasi (Monev). 

Bukan saja sekadar alat untuk mengukur seberapa baik dana desa digunakan, namun juga diperlukan dalam rangka mengidentifikasi kelemahan. Termasukuntuk merencanakan perbaikan dan evaluasi dampak dari kebijakan pembangunan. 

Melalui Inovasi Jempol Mili Pedas, Monev yang dilaksanakan Pemkab Balangan melalui pihak terkait memiliki peran kunci untuk memastikan dana desa memberikan dampak yang positif bagi pembangunan pedesaan di wilayah Bumi Sanggam.

Sejumlah manfaat dari langkah Pemkab Balangan dalam memperhatikan penggunaan dana desa melalui Inovasi Jempol Mili Pedas, pertama ialah transparansi, yang mana hal ini membantu masyarakat dan pihak terkait untuk memahami bagaimana dana itu digunakan dan memastikan tidak ada penyalahgunaan atau penyelewengan dana desa. 

Kedua, Akuntabilitas, pihak yang bertanggung jawab terhadap penggunaan dana desa dapat memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan program sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Ketiga, Mencegah Penyelewengan, inovasi tersebut dapat mendeteksi potensi penyelewengan dana desa sedini mungkin, sehinga tindakan pencegahan dapat diambil sebelum masalah menjadi lebih serius.

Keempat, Optimalisasi Penggunaan Dana, penggunaan dana desa dapat dilakukan secara maksimal dan bijaksana terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak efektif dan efesien.

Kelima, Evaluasi Kinerja, inovasi tersebut dapat memantau kemajuan secara teratur, apakah penggunaan dana desa dan hasilnya sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

Keenam, Partisipasi Masyarakat, melibatkan peran serta masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan memastikan kepentingan umum dalam pelaksanaan program. Dan terakhir, inovasi tersebut dapat meningkatan pembangunan lokal.

Salah satu warga di Kecamatan Batumandi, Husaini mengaku menyambut baik langkah Pemkab Balangan melalui pihak terkait dalam pemantauan penggunaan dana desa dilakukan dengan Inovasi Jempol Mili Pedas.

Menurutnya, inovasi tersebut, efesiensi penggunaan dana desa dapat dilakukan dengan mudah dan selalu terpantau.

“Aktivitas yang didanai oleh dana desa dapat diidentifikasi potensi pemborosan atau penyalahgunaan dana, sehingga bisa dengan cepat dan tepat untuk mengambil tindakan pencegahan,” kata Husaini, beberapa waktu lalu di Paringin.

Ia yakin, monev melalui inovasi tersebut transparansi penggunaan dana desa dapat ditingkatkan.

“Jadikan Pemerintah sudah melibatkan masyarakat untuk memastikan penggunaan dana desa dilakukan secara terbuka dan akuntabel,” tambah Husaini.

Ia berharap Inovasi Jempol Mili Pedas dapat mewujudkan pembangunan di wilayah pedesaan yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (mer/din)