Tahun Ini, PDAM Masih Rugi

257 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Tanjung, Mercubenua.net – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tabalong tahun ini masih belum dapat keuntungan meski akan terjadi perubahan tarif harga air pada bulan Februari mendatang.

Perhitungan keuntungan tersebut belum bisa diraih karena pengubahan tarifnya baru dimulai. Meski rencana itu sebelumnya sudah diperhitungkan berjalan tahun 2019 lalu.

Namun itu tidak dilakukan karena PDAM menimbang kondisi air baku yang kurang sebab musim kemarau, yang memungkinkan pelayanan suplai air belum maksimal.

Direktur PDAM Kabupaten Tabalong, Abdul Bahid mengatakan demikian ketika diwawancarai di kantornya belum lama tadi.

Ia menegaskan, meskipun belum terhitung rugi dalam satu tahun ini, namun tahun 2021 mendatang dari perubahan tarif yang ada sudah bisa menuai keuntungan.

“Perkiraan kami keuntungannya bisa ditahun 2021 mendatang. Tapi keuntungan ini baru pada lebihan biaya operasional,” ujarnya.

Keuntungan tak seberapa itu dinilai demikian karena tanggungan operasional belum terjangkau dari hasil penjualan air selama ini. Bahkan, jika dihitung dengan penambahan aset, perubahan tarif masih terhitung rugi.

Untuk itu, PDAM sendiri masih membutuhkan dana penyertaan modal dari pemerintah. Baik daerah maupun pusat. Khususnya pada aset pengelolaan air, seperti perpipaan dan penampungan pengelolaan air bersih.
Apa lagi, untuk menyuplai anggaran ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dia menegaskan, tetap pada posisi nihil. “Kami rasa belum bisa untuk menyetor PAD,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Tabalong, H Erwan membenarkan jika selama ini PDAM belum menyetorkan PAD. ‘”Dua tahun ini nihil,” katanya.(mercubenua)