Banjir Kepung Tabalong, Ekonomi Masyarakat Lumpuh

162 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Foto : Istimewa

Tanjung, Mercubenua.net – Banjir yang melanda Tabalong sejak Kamis (6/2/2020), mengakibatkan perekonomian masyarakat betul-betul lumpuh.

Banjir bermula hujan deras pada hari Rabu (5/2/2020), di wilayah utara Kabupaten Tabalong seperti di Kecamatan Bintang Ara (Sungai Tabalong Kiwa) dan Kecamatan Haruai, Upau, Muara Uya dan Jaro (Sungai Tabalong Kanan). Karena pertemuan air yang cukup banyak dari kedua sungai tersebut maka terjadi banjir didaerah hilirnya seperti kecamatan Murung Pudak, Tanjung dan Tanta bahkan empat kecamatan bagian selatan, Muara harus, Kelua, Banua Lawas dan Pugaan.

Seperti yang dihimpun Koran ini, Desa Nawin dan Halong (Haruai) sudah terendam banjir bahkan di Desa Nawin air ada yang sudah mencapai atap rumah. Sedangkan desa-desa di Kecamatan Bintang Ara, Waling, Jabang, Warah, Duyun, Pujung dan Burum hampir tidak bisa dilewati karena keberadaan desa tersebut dipinggir sungai.

“Pokoknya air datang cepat sekali, tidak habis sebatang rokok hampir setengah meter air bertambah. Menurut urang tua-tua yang kami tanyakan bahwa banjir seperti ini seperti Tahun 1974 an yang dalam seperti ini,” terang Aidil Rifanor salah seorang Staff Desa Nawin kepada media.

Menurut Syaifullah salah seorang tokoh pemuda di Bintang Ara menerangkan bahwa sepanjang hari kami sampai malam Jum’at Bintang Ara betul-betul lumpuh total, yang ada hanya perahu ronda dari masyarakat untuk menjaga keamanan, terang Syaifullah yang merupakan Ketua PAC PPP Kabupaten Tabalong.

Hujan yang mengguyur disaantero Tabalong sejak jam 02 pagi Jum’at betul-betul membuat air tak terkendali di Murung Pudak, Tanjung dan Tanta. Air naik begitu cepat merayap kedaerah rendah dan bertumpuk dijalan, pemukiman bahkan tempat lainnya.

Sehingga akses jalan banyak yang tidak bisa dilalui, pasar banyak yang tutup, begitu pula sekolah, kantor pemerintah banyak karyawannya tidak masuk kerja karena banjir.

“Yang kami sayangkan lambatnya bantuan pemerintah seperti bantuan sembako, karena banjir ini sudah berhari-hari,” terang Ulah warga muka sekolah Muhammadiyah, Tanjung Tengah.

Sementara itu H. Syahrani dan Ir. Eddy Gunawan yang memandu jalan di Simpang 3 SMPN 1 Tanjung mengharapkan agar banjir ini segera berakhir.

“Mudahan semuanya bisa cepat berakhir,” kata keduanya. “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menolong wargaku, tapi hingga Jum’at siang ini bantuan dari kabupaten belum sampai kesini. Mungkin karena banjirnya tinggi hingga kini belum ada bantuan yang sampai,” jelas Mahyudin Unggung, Kepaa Desa Garunggung.

“Di Desa Bilas, Kecamatan Upau hujan masih deras sejak malam tadi sampai sekarang. Mudahan banjir cepat berlalu, kasian masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan untuk menyadap karet. Sudah harganya murah karena harga karet turun Rp1000 per kg ditambah lagi mereka tidak bisa menyadap karet karena kebanjiran,” beber Sabli salah seorang Ketua LSM di Tabalong.

“Kami rencananya hanya bisa membagikan nasi untuk daerah sekitar Kambitin Raya, seperti Wayau, Juai, Pangi dan Garunggung. Maklum persediannya terbatas. Yang penting kami peduli dengan sesama,” terang Eko warga Kambitin Raya.

Sementara Wakil Ketua I DRPR Tabalong, Jurni, SE, menghrapkan agar musibah banjir ini cepat berlalu. Sedangkan ekonomi masyarakat yang lesu karena turunnya harga karet, ditambah musibah banjir mereka tidak bisa menyadap karet.

“Saya sudah cek dimana-mana, akibat banjir, akibat harga karet turun sehingga ekonomi masyarakat betul-betul lumpuh. Toko, pasar, warung, dan semua sentra ekonomi terdampak,” pungkas Jurni (Wis).