Tanggap Bencana Banjir, Pemkab Tabalong Adakan Rapat

98 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Foto : Istimewa

Penanganan Sejumlah Infrastruktur Rusak Akibat Banjir Akan Gunakan Dana Tak Terduga

Tanjung, Mercubenua.net – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabalong mengakibatkan beberapa sungai meluap.

Akibatnya, beberapa desa mengalami banjir hampir disemua wilayah Kabupaten Tabalong baik di wilayah utara, tengah hingga di wilayah selatan. Bahkan Jum’at, (7/2/2020) kemaren, banjir di Bumi Sarabakawa meluas hingga keperkotaan.

“Dalam pada biasanya, mudahan cepat surut, padahal banjir-banjir sebelumnya tidak sampai seperti ini”, ujar Maria di Kelurahan Hikun.

Selain merendam permukiman warga, banjir kali ini juga membuat sejumlah jembatan penghubung desa putus.

Seperti di Kecamatan Haruai satu buah jembatan penghubung antar Desa Hayup menuju Desa Ribang 2 putus dan hanyut terbawa arus sungai.

Sementara itu, Bupati Tabalong, H. Anang Syakhfiani langsung mengadakan rapat tanggap bencana terkait musibah banjir bersama stakeholder terkait dan perwakilan perusahaan, Jumat (7/2/2020) kemaren.

Foto : Istimewa

Dalam rapat tanggap bencana ini hadir pula Wakil Bupati Tabalong H. Mawardi, Sekda Abdul Muthalib Sangadji dan camat serta kapolsek.

Penanganan terkait rusaknya sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan akibat banjir akan menggunakan dana tak terduga. “Kita minta Dinas PUPR menginventarisasi infrastruktur yang rusak akibat banjir,” jelas Anang.

Pada kesempatan itu, bupati Anang mengajak pihak swasta turut membantu para korban banjir mengingat bencana alam ini cukup parah dan wilayah yang terendam lebih luas.

Selain itu ketersediaan logistik bagi korban banjir masih mencukupi dan Dinas Sosial setempat terus menyalurkan bantuan makanan di lokasi banjir.

Termasuk membangun dapur umum di beberapa kecamatan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terkena dampak banjir.

Hingga hari ini, Sabtu (8/2/2020) sebagian wilayah utara dan tengah masih terendam banjir, namun perlahan sudah mulai menyurut dan banjir tersebut terus mengalir kewilayah selatan Kabupaten Tabalong.

Sementara warga masih mengungsi di rumah kerabat serta tetangga. (mercubenua)