Benarkah RSUD Badaruddin Kasim Tolak Pasien ?

 449 total views,  1 views today

H. Jurni, SE, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabalong saat temui manajemen RSUD Badaruddin Kasim terkait aduan masyarakat dugaan penolakan pasien. (Foto : Istimewa)

Tanjung, Mercubenua.net – Dugaan adanya penolakan terhadap seorang pasien dalam keadaan sakit parah hingga meninggal dunia membuat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong, Jurni, SE mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Badaruddin Kasim, Senin (17/2/2020) kemaren.

Kedatangannya ke RSUD tersebut ingin memastikan apakah hal itu benar terjadi.

“Kami hanya ingin memastikan, apakah itu benar terjadi di sini. Kalau itu benar terjadi juga apakah itu sudah sesuai SOP,” ujarnya pada wartawan.

Lebih lanjut Jurni menjelaskan, sebelumnya dirinya mendapat aduan dari mayarakat terkait dugaan adanya penolakan seorang pasien oleh RSUD Badaruddin Kasim saat dirinya tengah blusukan ke Kecamatan Muara Uya beberapa waktu lalu.

Menurut informasi yang ia himpun saat blusukan di Kecamatan Muara Uya, pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Muara Uya ke RSUD Badaruddin Kasim namun di arahkan ke RS di Kabupaten Balangan dengan alasan ruang perawatan penuh.

Bahkan lanjutnya, dalam perjalanan dari RSUD Badaruddin Kasim menuju Balangan pasien tersebut meninggal dunia.

Meski saat ini informasi yang tersebar di masyarakat masih simpang siur dan belum terbukti kebenarannya.

Namun, menurut Jurni jika seandainya kejadian tersebut benar terjadi maka ini mutlak kesalahan pihak RSUD Badaruddin Kasim.

“Jadi kami rasa tidak boleh rumah sakit menolak, karna yang sifatnya darurat itu harus segera ditangani,” katanya.

Jurni menambahkan, hasil dari pertemuan kali ini, pihak RS Badaruddin Kasim berjanji akan segera melakukan investigasi.

“Mereka tidak tau persis kejadiannya, mereka meminta waktu untuk menyelidiki. mereka minta waktu satu minggu,” imbuh Jurni.

RSUD Akan Lakukan Investigasi

Sementara, Kabag TU RSUD Badaruddin Kasim, Sapril, mengaku belum mengetahui pasti kebenaran dari informasi tersebut.

Menurutnya, informasi yang belum terbuti kebenarannya hanya akan mencoreng nama baik serta keberadaan rumah sakit dalam hal memberikan pelayanan.

Meski begitu, dirinya tidak menutup diri dengan segala macam aduan yang pihaknya terima. Ia berjanji, akan melakukan investigasi lanjutan untuk mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

“Akan kita inventigasi lagi, kalau perlu hari ini juga kita investigasi sampai malam,” ujarnya. (mercubenua)