Sampai Saat ini, di Kalsel Belum ada Warga Positif Covid – 19

 162 total views,  2 views today

Foto : Istimewa

Masyarakat Diminta Tidak Menyebarkan Informasi Meresahkan

Banjarmasin, Mercubenua.net – Terkait pendemi Covid -19 yang disebabkan virus corona sekarang tengah menimbulkan kekhawatiran Publik.

Untuk di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah ada terdapat warga yang terinfeksi covid – 19.

Hal tersebut disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, dr. Suciati saat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel melakukan inspeksi sekaligus koordinasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Rabu, (18/3/2020) yang merupakan rumah sakit rujukan untuk kasus Covid-19 di Kalsel.

Menurut paparannya, saat ini ada 7 Pasien Dibawah Pengawasan (PDP), namun untuk memutuskan apakah ke -7 orang ini positif terinveksi corona, masih menunggu hasil uji di laboratorium yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat. Ke -7 PDP ini memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau ke daerah lain di Indonesia yg sdh ada temuan positif corona.

Lebih lanjut, dr. Suciati mengungkapkan satu dari ke -7 PDP itu telah meninggal dunia, namun belum bisa dipastikan penyebab kematiannya apakah karena Covid -19, sebab pasien tersebut menderita diabetes dan menunjukkan gejala pneumonia (infeksi paru-paru).

dr. Suciati menjelaskan satu pasien lainnya dalam penanganan dan pemantauan serius, sementara sisanya (5 pasien, red) dalam kondisi stabil.

“Untuk pasien yang dalam kondisi stabil, masih menunggu hasil lab, jika negatif, akan segera dipulangkan,” ujar dr. Suciati.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel Daerah Pemilihan Kabupaten Tabalong dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Firman Yusi menyebutkan seperti paparan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin sampai saat ini belum bisa dipastikan di Kalsel apakah ada warga yang mengidap covid-19.

“Jadi boleh disimpulkan, jika hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah ada warga Kalsel yang mengidap inveksi virus corona hingga hasil laboratorium telah diterima pihak berwenang,” ujar Firman.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar semua tidak membuat atau turut serta menyebarluaskan informasi yang dapat menimbulkan keresahan publik utamanya yang berasal dari sumber-sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. (din)