Kemenag Katingan Studi Banding Ke Lapas Amuntai

“Kami tertarik dengan manajemen pengelolaan pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh Lapas Amuntai, padahal Lapas terkenal dengan sistem keamanan yang ketat, untuk masuk kedalam Lapas saja proses pemeriksaannya cukup susah” ucap Khairil Anwar, Rabu (26/1/2022) tadi dalam sambutan di Lapas Amuntai.

Foto: Lapas Humas Amuntai

AMUNTAI, Mercubenua.net – Kemenag Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah melakukan study banding ke Lapas Amuntai Hulu Sungai Utara (HSU).

Kedatangan Kemenag bersama bersama kelompok kerja penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Katingan ke HSU memepelajari system pengelolaan manajemen Pondok Pesantren Terpadu At –Taubah Lapas Amuntai.

Pasalnya, meski di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai sendiri memiliki jumlah Warga binaan yang tergolong overcrowded, namun tetap dapat menjalankan pembinaan yang lancar dan teratur.

Menurut Kepala Kemenag Katingan Khairil Anwar, pihaknya tertarik dengan manajemen pengelolaan keagamaan oleh Lapas Amuntai, mengingat sebuah Lapas itu sudah terkenal dengan system yang keamanan yang ketat.

“Kami tertarik dengan manajemen pengelolaan pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh Lapas Amuntai, padahal Lapas terkenal dengan sistem keamanan yang ketat, untuk masuk kedalam Lapas saja proses pemeriksaannya cukup susah” ucap Khairil Anwar, Rabu (26/1/2022) tadi dalam sambutan di Lapas Amuntai.

Sebelumnya, diiringi dengan pembacaan syair sholawat kepada Rasulullah SAW, Kepala Lapas Amuntai Dwi Hartono beserta pejabat struktural dan pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Lapas Amuntai, H. Ahmad Nawawi Abdurrauf dan H. Hasnan menyambut hangat kedatangan para rombongan Kantor Kementerian Agama Kababupaten Katingan.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Katingan tersebut sangat mengapresiasi sambutan hangat yang dilakukan oleh Kepala Lapas Amuntai beserta jajarannya.

“Kami awalnya bermaksud hanya ingin melakukan studi banding sederhana, Ketika masuk pintu utama sambutan luar biasa langsung kami terima, sungguh luarbiasa untuk kami”, pungkas khairil anwar. (ril)