Brigade Pangan: Garda Terdepan Ketahanan Pangan di Bumi Pusaka

Gambar: Bupati Tabalong H Fani saat melaksanakan kegiatan di Kecamatan Banua Lawas

“Kami tidak ingin lahan-lahan itu tidur. Brigade Pangan hadir untuk menghidupkan lahan-lahan tersebut,” kata H Suwandi.

TANJUNG, Mercubenua.net – Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong tampil sebagai contoh inovasi daerah dengan melibatkan generasi muda dalam gerakan pertanian.

Lewat program “Brigade Pangan”, semua unsur di kecamatan ini bahu-membahu memberdayakan kaum milenial untuk mengelola potensi lahan tidur dan menjadikannya sumber pangan berkelanjutan.

Brigade Pangan mungkin akan sejalan dengan visi besar Bupati dan Wakil Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani dan Habib Muhammad Taufani Alkaf dalam mewujudkan Tabalong SMaRT (Sejahtera, Maju, Religius, Terdepan).

Potensi besar di wilayah Banua Lawas seperti sawah, perikanan hingga pariwisata menjadi modal penting dalam gerakan ini.

Di era sekarang memang semua harus pandai membaca dan melihat peluang-peluang itu. Apa yang diprogramkan dalam Tabalong SMaRT mungkin akan sangat sesuai dengan kondisi di wikayah Banua Lawas yang memiliki lahan dan potensi yang luar biasa.

Camat Banua Lawas H Suwandi menyampaikan Brigade Pangan ini, digagas pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong.

Salah satu fokus utamanya adalah menggerakkan anak-anak muda milenial untuk tidak hanya turun ke sawah, tetapi juga belajar mengelola pertanian dengan pendekatan modern.

“Kami tidak ingin lahan-lahan itu tidur. Brigadir Pangan hadir untuk menghidupkan lahan-lahan tersebut,” kata Suwandi kepada Mercu Benua, belum lama tadi.

Lanjutnya menjelaskan, Gerakan ini bukan sekadar upaya jangka pendek. Melalui regenerasi petani, Brigade Pangan diharapkan mampu mengubah pola pikir milenial terhadap sektor pertanian, bahwa bertani bukan hanya soal cangkul dan lumpur, tapi juga soal inovasi dan masa depan.

Ia berharap dengan kolaborasi lintas generasi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Brigade Pangan Banua Lawas dapat menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, tapi gerakan nyata yang bisa mengubah masa depan daerah.

Sementara, Bupati Tabalong sendiri menaruh perhatian besar terhadap ketahanan pangan, terutama di wilayah selatan, termasuk kawasan Bumi Pusaka.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati sudah berkomitmen agar masyarakat disana bisa melakukan panen padi dua kali dalam setahun.

Salah satu aksinya ialah melalui rencana pengadaan Alat Berat Ekskavator Amfibi untuk mendukung pengolahan lahan pertanian. (mer/din)