Bupati Tabalong Tinjau Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Jirak

Akses Dukung Ketahanan Pangan

“Kalau ini terwujud, InsyaAllah ketahanan pangan di Tabalong khususnya di Kecamatan Pugaan akan membawa dampak yang luar bisa untuk masyarakat,” tambah H Fani.

TANJUNG, Mercubenua.net – Usai mengikuti Panen Bawang Merah di lahan Kelompok Tani Bumi Kencana RT 04, Desa Pugaan, Bupati Tabalong Ir. HM Noor Rifani melanjutkan agenda dengan meninjau proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Jirak, Kecamatan Pugaan, Senin kemarin.

Camat Pugaan, Farith Yusriyanur Riza, menjelaskan bahwa pembangunan JUT di Desa Jirak didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Jalan sepanjang 3 kilometer tersebut dibangun untuk mendukung akses infrastruktur menuju lokasi program Food Estate dan Kawasan Ketahanan Pangan.

Lebih lanjut, Farith menyampaikan bahwa pembangunan JUT akan dilanjutkan pada tahun 2026 menggunakan dana APBD melalui program Karya Bakti TNI.

Jalur lanjutan ini akan menghubungkan Desa Tamunti dan Desa Pampanan sepanjang 4,5 kilometer.

“Nantinya, seluruh jaringan jalan ini akan terhubung di simpang tiga JUT yang dibangun melalui APBDes Desa Jirak tahun 2025 dan 2026,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tabalong memberikan apresiasi atas perencanaan ini sebagai langkah untuk mendukung ketahanan pangan.

“Kami sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan Camat Pugaan, Kelala desa dan TNI-Polri yang telah mengupayakan kegiatan ini. Terus berkoordinasi dan berkolaborasi sehingga ini bisa dimanfaatkan,” kata HM Noor Rifani.

Sosok yang akrab disapa H Fani ini menilai rencana pembangunan tanggul sekaligus kanal untuk membuang air atau sebagai jalur air menuju ke Sungai Tabalong, apabila ini sudah selesai akan membawa dampak yang luar biasa.

“Kalau sudah selesai (Jaringan JUT), diharapkan nanti ini akan membuka 800 Hektar lahan yang bisa kita lakukan untuk ketahanan pangan,” tandasnya.

“Kalau ini terwujud, InsyaAllah ketahanan pangan di Tabalong khususnya di Kecamatan Pugaan akan membawa dampak yang luar bisa untuk masyarakat,” tambah H Fani.

Ia menegaskan Pemerintah Daerah akan terus melakukan koordinasi dan kolaborasi serta bekerjasama dengan kecamatan dan desa supaya rencana ini bisa terwujud.

“Kami melalui instasi terkait akan terus membantu sehingga lahan ini bisa digunakan,” jelas H Fani.

H Fani meyakini apabila berhasil, ini akan membawa perubahan terutama di Desa Jirak.

“Dahulu Desa Jirak istilahnya daerah yang tidak bisa dilakukan (aktifitas) pertanian dan perkebunan. Saya berkeyakinan kawasan ini tidak hanya bisa menghasilkan ikan, tapi juga akan mebawa hasil pertanian dan perkebunan,” pungkas H Fani. (mer/din)