Pasar Murah Menyentuh Hati Warga Dambung Raya, Belum Selesai Acara Bunga Desa Semua Barang Ludes Diserbu

“Kami ingin pasar murah terus dilaksanakan, harganya sesuai dengan kemampuan masyarakat di desa. Pasar ini mengurangi beban ekonomi,” jelasnya.

TANJUNG, Mercubenua.net – Warga Desa Dambung Raya dan sekitarnya, yang terletak di ujung Kecamatan Bintang Ara baru-baru ini mendapat berkah dalam bentuk pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong.

Desa Dambung Raya, yang masih terletak di daerah terisolir karena susahnya akses disebabkan kondisi alam perbukitan memiliki tantangan besar dalam hal distribusi barang kebutuhan sehari-hari.

Akses transportasi yang terbatas dan biaya hidup yang terus meningkat membuat harga barang di pasaran cukup tinggi.

Bukan tidak ada kegiatan pasar, di sana aktivitas jual beli antara pedagang dan pembeli juga dilakukan sekali dalam seminggu. Tapi, soal harga pasti tahu sendiri.

Banyak jenis bahan pokok dan kebutuhan yang diperlukan warga Dambung Raya, telah disiapkan oleh Pemkab Tabalong melalui Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) setempat dalam rangka mendukung kegiatan Bunga Desa (Bupati Bagana di Desa), beberapa waktu lalu.

Mulai dari Minyak Goreng yang dijual seharga Rp. 15.500, Gula Rp. 16.500, Bawang Merah Rp. 35.000, dan Bawang Putih Rp. 33.000.

Barang lainnya seperti Tepung dijual dengan harga Rp. 9.500, Garam Kecil Rp. 2.000, Garam Besar Rp. 4.000, Kopi 350g Rp. 32.000, Kopi 30g Rp. 4.500, Teh Celup Rp. 5000 dan Kecap Rp. 9.500.

Bukan saja untuk kebutuhan makan dan minum, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Tabalong pada pasar murah itu juga menyiapkan barang-barang penunjang kebersihan.

Mereka menjual secara murah pada yang biasa dijual oleh pedagang pada umumnya, seperti Sabun Mandi Batangan, Pasta dan Sikat Gigi, Sabun Cuci Piring, Shampo, Detergen hingga pengharum pakaian.

Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian DKUPP Tabalong, Noviana Eredha menyampaikan dalam rangka mendukung kegiatan Bunga Desa, melalui pasar murah pihaknya menyiapkan Minyak Goreng sebanyak 25 dus, Gula Putih 200 kg, Tepung 10 dus, Bawang Merah 60 kg, Bawang Putih 40 kg serta barang-barang lainnya masing-masing disiapkan 1 dus.

Untuk pendistribusian barang-barang tersebut ke Desa Dambung Raya, DKUPP Tabalong menggandeng Komunitas Off Road Tabalong 4×4.

“Pasar murah ini sangat membantu kami. Kalau harus ke pasar Usih, ongkosnya saja bisa membuat kami berpikir dua kali,” kata Arjunedi seorang warga yang tinggal di desa ini.

Sambil menunggu isterinya belanja di Pasar Murah DKUPP Tabalong, ia mengharapkan pasar murah ini kiranya dapat dilaksananakan secara rutin di Dambung Raya, minimal satu kali dalam satu bulan.

“Kami ingin pasar murah terus dilaksanakan, harganya sesuai dengan kemampuan masyarakat di desa. Pasar ini mengurangi beban ekonomi,” jelasnya.

Bukan sekadar berbalanja dengan harga terjangkau, Pasar Murah ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga desa.

Dalam keseharian mereka yang sederhana, keberadaan pasar murah memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan saling mendukung satu sama lain.

Meski demikian, pasar murah ini tidak lepas dari tantangan. Jarak yang jauh, sulitnya koordinasi logistik, serta kurangnya sumber daya manusia di daerah ini menjadi kendala dalam penggelarannya.

Walau begitu, Pemkab Tabalong tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem distribusi agar pasar murah bisa terlaksana.

Besarnya harapan masyarakat Dambung Raya dan sekitar agar pasar murah ini rutin digelar tersirat dari antusias warga yang menyerbu dan membeli barang-barang yang sudah disiapkan di Halaman Kantor Desa.

“Nah sudah habis ya, bagaimana Bupatinya memantau? Katanya Bapak (Bupati) mau melihat suasana pasar murah setelah kegiatan Bunga Desa selesai,” ujar salah satu warga lainnya.

Memang sudah menjadi kebiasaan Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani, dalam setiap kegiatan Bunga Desanya, ia selalu memantau semua kegiatan layanan. Mulai dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Layanan Dukcapil, Pembayaran PBB hingga Pasar Murah. Bupati hanya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan lancar, tak jarang orang nomor satu di Bumi Sarabakawa ini juga berbincang-bincang menerima masukan dan menyerap aspirasi serta mendengarkan keluh kesah warga.

Saking antusiasnya masyarakat menyambut kegiatan pasar murah di Dambung Raya, belum selesai rangkaian acara Bunga Desa hampir semua barang yang tersedia habis terbeli. Hanya ada beberapa jenis barang yang tersisa, seperti kecap yang dapat dihitung dengan jari.

Keberadaan pasar murah di desa yang jauh dari pusat kota ini seperti Dambung Raya tidak hanya soal harga yang terjangkau, tapi terkait harapan baru bagi kehidupan ekonomi masyarakat di sana.

Pasar murah ini adalah salah satu langkah untuk menciptakan kesejahteraan yang merata, yang tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga sampai ke pelosok-pelosok desa agar tidak terabaikan.

“Semoga pasar murah ini bisa terus dilaksanakan. Kita butuh solusi seperti ini agar hidup bisa lebih baik,” harap Arjun, sambil tersenyum cerah setelah isterinya selasai membeli kebutuhan dengan harga lebih terjangkau.

Menurutnya dengan semakin banyaknya inisiatif seperti pasar murah ini, desa-desa yang masih terisolir dapat merasakan manfaat nyata secara langsung dari pemerataan pembangunan yang diinginkan.

“Semoga kedepannya semakin sering dilaksanakan di sini,” pungkasnya.

Memang di tengah kesulitan akses, pasar murah jadi solusi penting bagi warga desa. Khususnya di Desa Dambung dan sekitarnya. (mer/din)