
“Ini sangat prioritas, kalau tidak diselesaikan saat ini, dengan hujan intensitas yang kuat maka ini akan jadi penyebab air masuk. Irigasi ini salah satu bagian untuk menangani dampak banjir,” ujar Farith.
TANJUNG, Mercubenua.net – Penanganan banjir, ketahanan pangan hingga penurunan angka stunting menjadi usulan prioritas yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD di Kecamatan Pugaan, Rabu (4/2/2026).
Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza, dalam paparannya menjelaskan semua usulan yang diajukan seluruh desa 25 diantaranya menjadi skala prioritas. Salah satunya pembangunan atau pengembangan Prasarana dan Sarana Penyediaan Air Minum dan pembangunan atau peningkatan badan jalan penghubung antar desa di kawasan RT 3 Desa Halangan – RT 5 Desa Pugaan dan Desa Sei Rukam I.
Jalan tersebut juga menjadi sebuah terobosan dalam mengembangkan wilayah di kawasan Desa Sei Rukam I, Halangan dan Pugaan. Terlebih lagi, mengingat kondisi jalan utama di Kecamatan Pugaan kepadatan lalu lintasnya cukup ramai dan resiko kecelakaannya tinggi.
“Banyak keluhan, kondisi jalan rendah, sering terendam air warga kesulitan dan harus memutar jauh,” jelas Farith.
Farith menyampaikan upaya mencegah banjir, desa-desa di Kecamatan Pugaan meminta juga dilakukan pembangunan baru dan pembaikan sejumlah infrastruktur irigasi, seperti di Desa Jirak, Tamunti hingga Pampanan. Termasuk normalisasi sungai dari Jirak, Tamunti dan Pampanan sejauh 10 Km.
“Ini sangat prioritas, kalau tidak diselesaikan saat ini, dengan hujan intensitas yang kuat maka ini akan jadi penyebab air masuk. Irigasi ini salah satu bagian untuk menangani dampak banjir,” ujar Farith.
Soal ketahanan pangan, Farith mengungkapkan potensi lahan ribuan hektar di Kecamatan Pugaan yang ada di wilayah Desa Jirak, Tamunti dan Pampanan.
“Kalau digabung (Jirak, Pampanan, Tamunti) potensi lahan pertanian yang tersedia sekirat 1.150 ha, sangat luas. Jifoc (Jirak Food Cluster) ini pun 400 ha yang kita manfaatkan, masih belum maksimal,” tandasnya.
Menurutnya, keberlanjutan Jifoc sangat krusial untuk mendukung keberhasilan ketahananan pangan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan Pendapatan Asli bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Pugaan.
“Pengembangan kawasan ketahanan pangan di areal Jifoc perlu dukungan semua pihak,” pungkas Farith.
Disisi lain Wakil Bupati Tabalong menegaskan Musrenbang RKPD merupakan wadah penting untuk menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat bawah.
“Ini momentum menyerap aspirasi secara bottom-up, sesuai kebutuhan dan permasalahan yang ada di desa-desa,” katanya.
Lanjutnya, seiring turunnya penerimaan negara yang berdampak pada transfer keuangan daerah, diharapkan bukan alasan untuk menghambat pembangunan.
“Walaupun anggaran kita tiap tahun semakin menurun, jangan jadikan itu alasan. Ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas,” ujar Habib Taufani sapaan akrab Bupati Tabalong.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan penanganan program skala super prioritas oleh SKPD terkait, seperti normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di titik-titik rawan. (din)