Musim “Bahuma” Rawan Banjir, Petani Ampukung Minta Jalan Usaha Tani Dijadikan Tanggul

Gambar: Catat Aspirasi

“Saat inikan jalannya masih rendah, airnya masuk melalui jalan itu. Mudahan ini bisa terlaksana tahun ini,” harapnya.

TANJUNG, Mercubenua.net – Salah satu momok yang sering mengancam terjadinya gagal tanam dan panen bagi petani di Desa Ampukung dan sekitarnya adalah kondisi debit air yang tidak terkendali hingga menyebabkan lahan pertanian terendam air.

Hal tersebut dijelaskan Ketua RT 1 Desa Ampukung Kecamatan Kelua, Safrudin ketika turut dalam reses Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Tabalong yang dilaksanakan oleh Wakil Ketua II DPRD Tabalong Hj Noor Farida, Senin kemarin.

Menurut Safrudin ketika sudah memasuki “Musim Bahuma (Pertanian)” tidak jarang air meluap lalu membanjiri lahan persawahan. Sehingga, salah satu solusi yang ia usulkan berdasarkan kesepatakatan dengan para warga adalah adanya peningkatan Jalan Usaha Tani yang ada di RT 1 Desa Ampukung sepanjang 3 Km.

“Sering terjadi banjir kalau sudah musim bahuma. Kita mengusulkan ada peninggian jalan usaha tani sepanjang 3 Kilometer menuju pintu air,” ujar Safrudin.

Menurutnya, peningian jalan usaha tani yang sudah ada tersebut sangat penting karena dapat dijadikan tanggul agar air tidak lagi mudah masuk menggenangi areal persawahan.

“Saat inikan jalannya masih rendah, airnya masuk melalui jalan itu. Mudahan ini bisa terlaksana tahun ini,” harapnya.

Disisi lain, Wakil Ketua II DPRD Tabalong Hj Noor Farida siap mengawal usulan tersebut agar segera masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah.

“Tolong secepatnya buatkan permohonan proposalnya. Tujuanya kepada DPRD Tabalong dan dinas terkait (dalam hal ini pertanian), kita akan mengawal ini,” tegas Noor Farida.

Diketahui, sebelumnya Noor Farida juga melakukan reses di kecamatan Muara Harus. Banyak usulan pembangunan yang disampaikan warga dalam kesempatan reses Pimpinan dan Anggota DPRD tersebut. Diantaranya, usulan program pemberdayaan masyarakat.

“Kita mendorong agar pemerintah desa berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait untuk melaksanakan program pemberdayaan, misal seperti pelatihan,” pungkasnya. (din)