Sinergi Pemkab Tabalong – BWS Kalimantan 3: Garap Proyek Embung Jaro dan Siring Pasar Tanjung

“Kami masih membuka usulan-usulan, mungkin dari pak bupati dan jajarannya ada usulan terhadap lokasi-lokasi (normalisasi) yang lain,” tutupnya.

TANJUNG, Mercubenua.net – Sejumlah proyek pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 3 akan dilaksanakan di Kabupaten Tabalong.

Salah satunya adalah penyempurnaan Embung Jaro dan pembenahan Siring di belakang Pasar Tanjung.

Hal tersebut dipastikan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 3, Dedi Supriyadi ketika turut dalam kegiatan serah terima Barang Milik Negara (BMN) dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Pendopo Bersinar, Selasa lalu.

“Salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum bersama BWS Kalimantan 3 penyempurnaan Embung yang ada di Jaro, termasuk siring yang di belakang Pasar Tanjung,” kata Dedi Supriyadi dalam wawancara didampingi Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani (H Fani).

“Jadi kegiatan 2026 kami sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang disampaikan pak bupati,” tambahnya.

Lanjut Dedi, selain dua hal tersebut, BWS Kalimantan 3 juga melalukan kegiatan untuk mendukung ketahanan pangan salah satunya seperti normalisasi saluran irigasi.

“Ada juga beberapa kegiatan lainnya seperti normaliasasi saluran irigasi untuk mendukung ketahanan pangan, hingga jaringan irigasi air tanah,” tandas Dedi.

Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) setempat memberikan dukungan agar proyek pembangunan infrastruktur berlangsung lancar.

“Mungkin pak bupati bisa menunjukan lokasi-lokasi yang ingin kami laksanakan (program). Kami mohon Pemda dan masyarakat mendukung jalan pelaksanaan pembangunan di tahun 2026,” tandas Dedi.

Ia juga menyarankan Bupati Tabalong agar terus menyampaikan usulan-usulan pembangunan dalam rangka mendukung perekonomian. Salah satunya terkait soal normalisasi sungai ataubsaluran irigasi.

“Kami masih membuka usulan-usulan, mungkin dari pak bupati dan jajarannya ada usulan terhadap lokasi-lokasi (normalisasi) yang lain,” tutupnya.

Disisi lain, Bupati Tabalong H Fani menegaskan infrastruktur penunjang perekomian seperti Embung Jaro dan Siring di Pasar Tanjung merupakan salah satu harapan masyarakat di Bumi Sarabakawa. Terlebih lagi penduduk Tabalong 60 % berprofesi sebagai petani dalam arti luas, sehingga perlu kolaborasi dan sinergi.

“Embung ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Kami sangat mendukung dan siap membantu kelancaran kegiatannya,” tegas H Fani.

“Begitu juga siring (Pasar Tanjung). Di sana pusat aktivitas perekonomian kita,” tambahnya.

Lanjutnya terkait normalisasi sungai, Pemkab Tabalong akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak BWS.

“Kami akan berkoordinasi terkait normaslisais irigasi, kita sudah tahu daerah-daerah panghasil padi, kita akan usulkan sebanyak-banyaknya tapi disesuaikan dengan kondisinya yang membutuhkan,” jelas H Fani.

Diketahui, rencananya BWS Kalimantan 3 secara bertahap akan melaksanakan proyek pembangunan di Tabalong secara bertahap hingga akhir 2026. Terutama untuk proyek Embung Jaro dan Siring Pasar Tanjung diupayakan sebelum bulan Agustus sudah dimulai pelaksanaannya. (din)