Tabalong Surplus Beras, Pemkab Perkuat Ketersediaan Ikan, Daging dan Telur

Gambar: Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Tabalong, H Fahrul Raji.

TANJUNG, Mercubenua.net – Sejumlah langkah terus digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong untuk memastikan ketersedian pangan di Bumi Sarabakawa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Tabalong, H Fahrul Raji dalam amanat apel gabungan Pemkab tabalong di Halaman Pendopo Bersinar Pembataan, Senin kemarin.

“Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Tabalong melakukan berbagai langkah demi mewujudkan program ketahanan pangan,” kata Fahrul.

“Salah satunya bagaimana kita memastikan ketersediaan pangan di bidang perikanan misalnya ikan patin satu tahun itu sekitar 5 ton, nila 6 ton, dan lele 2 ton,” tambahnya.

Ia menjelaskan angka  konsumsi ikan di Tabalong nilainya mencapai angka hingga 44,66 kg per kapita per tahun. Artinya, setiap orang di Bumi Sarabakawa rata-rata mengonsumsi atau menggunakan sebanyak 44,66 kilogram ikan dalam satu tahun.

Lebih jauh, ia mengungkapkan DKPPP juga menggiatkan program PASTIMAS untuk memastikan ketersediaan daging dan telur di Tabalong.

“Pada perubahan (Anggaran) ini kita siapkan untuk bibitnya sekitar 1.500, mudah-mudahan di November ini sudah bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Terkait ketersedian beras di Tabalong, ia menegaskan daerah ini mengalami surplus. Saat ini, sementara luas panen padi di Tabalong sekitar 8.714 hektar dan rata-rata provitasnya (rata-rata produktivitas, red) 5 ton.

“5 ton itu kalau rendemennya 65% seluas 8.000 hektare yang kalau dijadikan beras itu sekitar 28 ton. Jadi untuk beras khusus konsumsi itu kita (Tabalong) aman dan juga apabila terjadi bencana sekali pun,” pungkasnya.

Disisi lain, surplus beras yang dicapai Kabupaten Tabalong mendapat apresiasi dari masyarakat, salah satunya Muhdi (52) Petani di Wilayah Selatan Bumi Sarabakawa.

Ia berharap pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, khususnya bagi para petani di wilayah selatan Tabalong.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Pasalnya, hasil panen padi tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi sebagian juga dijual untuk menambah penghasilan.

“Sebagian hasil panen biasanya dijual, sedangkan sisanya disimpan untuk kebutuhan konsumsi sendiri. Jadi, pertanian ini memang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian terus ditingkatkan, baik melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian maupun program yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. (din/*)