
“Kalau alasannya masih rasional, atau minimal ada perwakilan kita pastikan datanya jalan apa tidak. Kalau sudah tidak hadir dan datanya tidak jalan akan kita beri teguran,” tandas Wakil Bupati.
TANJUNG, Mercubenua.net – Sejumlah Camat dan Kepala Puskesmas yang tidak turut dalam sosialisasi dan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) aplikasi Aksi Konvergensi Bina Bangda Kemendagri disorot.
Bimtek mengenai pelaporan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada aplikasi Aksi Konvergensi Bina Bangda Kemendagri itu dinilai penting mengingat angka stunting di Bumi Sarabakawa mengalami peningkatan. Sehingga kehadiran Camat dan Kepala Puskesmas dapat memastikan kesamaaan data, persepsi dan bergotong-royong dalam menuntaskan stunting.
Terhadap Camat dan Kepala Puskesmas yang absen dalam kegiatan ini akan dipanggil dan ditanyakan alasan mengapa tidak hadir.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaff ketika turut dalam sosialisasi dan bimtek aplikasi Aksi Konvergensi Bina Bangda Kemendagri yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperidda) di Gedung Informasi, Senin kemarin.
“Kalau alasannya masih rasional, atau minimal ada perwakilan kita pastikan datanya jalan apa tidak. Kalau sudah tidak hadir dan datanya tidak jalan akan kita beri teguran,” tandas Wakil Bupati.
Sebelumnya, Kepala Baperidda Tabalong, Arianto, menjelaskan aplikasi yang disediakan Kemendagri tersebut digunakan untuk memantau kinerja pemerintah daerah dalam upaya percepatan dan penurunan stunting.
“Sistem ini beberapa kali mengalami perubahan, khususnya pada mekanisme pelaporan dan pengisian data,” tandasnya. (din)