Aspirasi Petani Diakomodasi, Sumur Bor dan Perangkap Hama Akan Diprogramkan di 2026

“Masalah hama juga menjadi perhatian kami. Kami butuh perangkap hama, jangan hanya bergantung pada obat-obatan. Baik petani horti maupun sawah, semua sangat membutuhkan perangkap ini,” tambahnya.

TANJUNG, Mercubenua.net – Para petani di Desa Padangin Kecamatan Muara Harus menyampaikan sejumlah harapan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Tabalong terutama dalam menghadapi musim kemarau yang menyulitkan kegiatan pertanian.

Dalam kesempatan berdialog dengan Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani di lokasi lahan pertanian, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Nusantara Bersatu, Mulyadi, menyampaikan bahwa kebutuhan akan sumur bor sangat mendesak.

“Yang kami usulkan banyak, Pak. Tapi yang paling penting saat ini adalah sumur bor. Ini sangat penting, baik untuk petani hortikultura maupun sawah, karena kalau tidak ada air, tanaman tidak akan tumbuh,” ujarnya, dihadapan Bupati Tabalong di lahan ketahanan pangan RT 5 Desa Padangin, Kamis (31/7/2025).

Selain sumur bor, Mulyadi juga menekankan pentingnya pengendalian hama secara non-kimia.

“Masalah hama juga menjadi perhatian kami. Kami butuh perangkap hama, jangan hanya bergantung pada obat-obatan. Baik petani horti maupun sawah, semua sangat membutuhkan perangkap ini,” tambahnya.

Ia juga menyinggung serangan hama kera yang kerap mengganggu tanaman jagung.

“Kalau menanam jagung, pasti ada hamanya, seperti kera. Kami berharap, selain bantuan dari desa, kalau dinas berkenan memberikan perangkap hama itu kami terima,” imbuh Mulyadi.

Tak hanya itu, ia menyampaikan para petani juga berharap bisa memproduksi Trichoderma sebagai pupuk hayati yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah secara mandiri di desa.

“Sudah ada ahlinya, tinggal Harapannya, kami bisa memproduksi Trichoderma di desa, jadi tidak perlu ambil dari luar lagi,” jelasnya.

Mulyadi pun mengusulkan agar pengoperasian sumur bor nantinya dapat menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi, mengingat keterbatasan akses listrik di lahan pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tabalong Ir. HM Noor Rifani menyatakan bahwa usulan tersebut menjadi catatan pihaknya dalam perencanaan anggaran mendatang.

“Saya kira apa yang mereka sampaikan ini memang kebutuhan. Untuk alat mesin pertanian sebagian sudah masuk program,” kata Bupati.

“Cuman untuk sumur bor ini masih harus kita programkan lagi penganggarannya, nanti akan kita coba anggarkan. Saat ini kami sedang menyusun anggaran untuk tahun 2026,” tambahnya.

Bupati yang akrab disapa H Fani ini menambahkan kunjungan langsung ke lapangan sangat membantu pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan nyata para petani.

“Alhamdulillah, dari kunjungan ini kami mendapat masukan bahwa di musim kemarau seperti ini, sumur bor sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dengan terealisasinya harapan-harapan tersebut, para petani yakin akan bisa lebih mandiri dan produktif, meski menghadapi tantangan musim dan gangguan hama.

Diketahui luas lahan ketahanan pangan yang sudah siap di Desa Padangin mencapai 7 Hektar.  (mer/din)