
“Saya merasa sangat terbantu, Saya menangis bukan masalah uang, saya teringat orang tua,” ujarnya dengan suara yang bergetar.
TANJUNG, Mercubenua.net – Satu lagi program Bupati dan Wakil Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani – Habib Muhammad Taufani Alkaff yang menyentuh hati warga.
Pemerintah Daerah (Pemda) Melalui Program Tabalong Pasti Sehat, sebuah ikhtiar kemanusiaan yang tak hanya menyejukkan hati, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga yang sedang berduka.
Seperti satu kisah haru hari ini, ketika Bupati Tabalong menyerahkan Santunan JKM (Jaminan Kematian) bagi pekerja rentan kepada ahli waris, di Balai Rakyat H Dandung Suchrowardi, Selasa (16/9/2025).
Ardiansyah dan Aspurrazi dua nama sebagai ahli waris yang diminta maju ke depan bersama warga lainnya secara simbolis menerima santunan, kartu peserta dan stiker penerima bantuan iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Kabupaten Tabalong.
Suasana acara yang semula berjalan penuh dengan rasa kekeluargaan, seketika haru menyelimuti ruangan tatkala Ardiansyah dan Aspurrazi tak kuasa menahan tangis.
Air mata tidak dapat dibendung Aspurrazi dan Ardiansyah. Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani (H Fani) ini pun langsung mengucapkan sepatah dua patah kata saat menyerahkan secara langsung Santunan JKM.
Nampak gestur H Fani berusaha menenangkan keduanya dan seperti mengisyaratkan bahwa mereka tidak sendirian menanggung duka.
Hal serupa juga turut diikuti Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, Ady Hendratta dan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Hady Ismanto yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kepergian orang tercinta nampak menyisakan luka mendalam, bagi Ardiansyah dan Aspurrazi, terlebih saat sosok tersebut pergi dengan cara yang tak terduga.
Aspurrazi ahli waris Almarhumah Norhayati, yang tidak lain adalah ibunda yang telah mengasuhnya harus merelakan kepergian ibunya.
Ibunda Aspurrazi warga Halangan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong ini, dilingkungan masyarakat setemlat dikenal sebagai seorang petani yang biasa bekerja di sawah dengan tekun dan menyadap karet.
Selain dikenal sebagai petani yang rajin, beliau juga dikenal warga sebagai sosok yang mudah bergaul dan suka menolong.
“Ibu meninggal kurang lebih sekitar tiga bulan yang lalu, meninggalnya hari Senin,” kata Aspurrazi usai acara.
Ditanya perasaan soal bantuan dari Pemda, ia mengaku sangat bersyukur dan menilai santuan JKM tersebut sangat membantu dan berguna.
“Saya merasa sangat terbantu, saya menangis bukan masalah uang, saya teringat orang tua,” ujarnya dengan suara yang bergetar.
Dalam kesempatan singkat itu, Aspurrazi mengungkapkan hari dimana sang ibu pergi untuk selamanya.
“Hari itu, seperti hari-hari biasa, ibu berangkat ke sawah, ibu tidak sakit. Biasanya pulang sekitar jam 10 pagi, namun sampai jam 12 (siang) ibu belum juga pulang. Saat disusul ibu sudah meninggal,” kenang Aspurrazi dengan mata berkaca-kaca.
“Saya menangis bukan karena masalah uang, saya teringat orang tua, itu saya menangis,” ucap Aspur lagi.
Terkait santuan JKM sebesar Rp. 42 juta dari Pemkab Tabalong, semula Aspurrazi tidak mengetahui bahwa ibundanya atas nama Norhayati telah terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
“Kita diberi tahu aparat, urusannya mudah, kita dibantu aparat,” tandas Aspurrazi yang merupakan anak kedua Almarhumah.
Program jaminan sosial ketenagakerjaan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemda terhadap masyarakat yang bekerja di sektor rentan, seperti petani, penggiat agama, buruh tani, peternak, perkebun, kuli bangunan, pedagang, buruh harian, tukang ojek hingga pekerja informal lainnya.
Melalui jaminan sosial ketenagakerjaan Bupati dan Wakil Bupati Tabalong ingin memastikan bahwa keluarga pekerja rentan di Bumi Sarabakawa tidak merasa ditinggalkan. Sehingga bisa mendapatkan dukungan moral dan bantuan yang dapat meringankan beban.
Selain itu, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan perlindungan kepada masyarakat Tabalong. Pasalnya dengan kebijakan ini, para pekerja rentan, terutama yang berada di sektor yang memiliki risiko tinggi, kini dapat merasa lebih tenang, karena ada jaminan untuk masa depan mereka dan keluarga mereka apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Terbaru, Pemkab Tabalong melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) juga memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para Ojek Online (Ojol).
Fahri salah satu driver Ojol di Tabalong menyampaikan menyampaikan ada 150 driver Ojol yang akan terakomodir BPJS Ketenagakerjaan.
Disamping menjamin keselamatan kerja melalui jaminan sosial, Fahri berharap pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan pekerja rentan, termasuk para ojek.
Disisi lain Bupati Tabalong, H Fani, menegaskan secara bertahap, pihaknya akan melakukan penambahan peserta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
H Fani menargetkan, pada akhir era kepemimpinannya, 100% pekerja rentan yang memenuhi kriteria dapat tercover dalam jaminan sosial.
“Dilakukan secara bertahap, Insya Allah tahun 2026 kita tingkatkan menjadi 30.000. Mudah-mudahan di akhir era kami 100 persen pekerja tenaga rentan bisa masuk ke dalam jaminan asuransi ketenagakerjaan itu,” punngkas H Fani.
Hingga September 2025, Pemda melalui Disnaker Tabalong telah membayarkan iuran kepada pekerja rentan mulai dari Petani/Pekebun sebanyak 17.662 orang, Peternak 555 orang, Buruh Tani 2.375 orang, Pegiat Agama 662 orang, Pedagang/UMKM 2.961 orang, Kuli Bangunan 41 orang hingga Tukang Ojek 118 orang.
Kemudian, jumlah Pekerja Rentan yang meninggal dunia berdasarkan data terkahir 12 September 2025 mencapai 18 orang.
Untuk bantuan jaminan kematian dengan kepesertaan diatas 3 bulan sebanyak 8 orang diberikan santunan sebesar Rp. 42.000.000,-.
Sedangkan yang kurang dari 3 bulan santunan yang diserahkan sebesar Rp. 10.000.000,- diserahkan kepada 10 orang. (mer/din)