Ramah Tamah Kemah Pemuda Tabalong SMaRT: Gema Dari Riam Bidadari

“Ini semangat sekali. Saya pancing sedikit saja, langsung bereaksi,” ungkapnya sambil tersenyum.

TANJUNG, Mercubenua.net – Asa, suara dan tekad yang disatukan di bawah langit biru Riam Bidadari ketika Kemah Pemuda Tabalong SMART beberapa waktu lalu digemakan dalam sebuah momentum Ramah Tamah Kemah Pemuda Tabalong Smart, di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Sabtu kemaren.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD KNPI Tabalong ini menjadi ruang terbuka bagi para pemuda untuk berdialog langsung dengan Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani tentang arah dan realisasi program Tabalomg SMaRT (Sejahtera, Maju, Religius, Terdepan).

Dalam kesempatan singkat pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari para peserta.

Salah satunya dari Kevindra. Dengan antusias ia menyampaikan apresiasi sekaligus rasa penasaran terhadap program-program Tabalong SMaRT.

“Penyampaian yang bapak sampaikan tadi sangat luar biasa. Tapi kami ingin tahu lebih dalam, bagaimana kami bisa mengakses program-program seperti bantuan permodalan UMKM dan pelatihan?” tanya Kevindra semangat.

Respon Bupati Tabalong terhadap pertanyaan Kevindra terlebih dahulu dengan memberikan apresiasi, karena berani menyuarakan penasaran dan kegelisahan mereka.

“Ini semangat sekali. Saya pancing sedikit saja, langsung bereaksi,” ungkapnya sambil tersenyum.

Bupati yang akrab disapa H Fani ini menjelaskan bahwa akses terhadap program-program tersebut bisa dimulai dengan mendatangi dinas-dinas terkait atau lembaga-lembaga yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah seperti JIKAMAKA.

Selanjutnya, untuk bantuan permodalan UMKM misalnya, para pemuda bisa memanfaatkan Program Kredit Tabalong SMaRT yaitu kredit dengan bunga 0 persen dari BPR Bersinar untuk bantuan permodalan. Namun ada syarat awal, yaitu harus memiliki usaha.

Isu lain yang mengemuka adalah soal konektivitas internet. Lilis, peserta lain dari kalangan pemudi, menanyakan langsung tentang kejelasan program satu desa satu wifi gratis.

“Katanya ada wifi gratis, tapi di desa kami belum terasa. Bahkan perangkat desa belum mensosialisasikan. Padahal adik-adik sangat butuh, apalagi untuk mengerjakan tugas (sekolah),” ujar Lilis.

Menanggapi hal ini, H Fani menegaskan bahwa program wifi gratis sedang dalam proses bertahap. Rencananya, hingga 2026, seluruh desa dan kelurahan di Tabalong akan memiliki wifi gratis, yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Smart di setiap desa.

“Di sana akan ada e-library, pusat UMKM, tempat berkumpul warga,” kata H Fani.

Wifi gratis Program Tabalong SMaRT itu juga tudak bisa disalahgunakan, tidak bisa akses ke pinjol, judi online, dan konten negatif. Ini bagian dari Pemda Tabalong melakukan edukasi digital yang sehat.

Kesempatan berdialog langsung dengan Bupati Tabalong juga tidak disia-siakan oleh Hudzaifah. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap program Tabalong SMaRT, yang dinilainya sejalan dengan yang diusung oleh Duta Genre.

Sebagai perwakilan generasi muda, Finalis Duta Genre ini menyuarakan harapannya agar pemerintah daerah terus mendorong kalangan pemuda agar memiliki keberanian untuk tampil, berkontribusi, dan mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan Tabalong.

Sebelumnya Bupati Tabalong dalam sambutannya secara singkat memaparkan visi besar Tabalong SMaRT.

“Bahwasanya visi misi Tabalong Smart banyak terkait dengan sumber daya manusia, baik dari segi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas H Fani.

Dari segi pendidikan, H Fani menjelaskan pihaknya menyiapkan beasiswa beasiswa 1000 sarjana.

“Yang (sedang) kuliah juga bisa mengajukan ke dinas pendidikan, kemudian juga yang akan berkuliah, jadi yang akan berkuliah ini melalui prestasi akademik maupun non akademik,” terangnya.

Disamping itu, ia mengingatkan agar anak-anak di Tabalong juga memiliki keterampilan supaya mampu bersaing.

“Tidak mungkin bersaing kalau tidak punya keterampilan,” tambah H Fani.

Ia berharap dengan program unggulan tersebut kualitas sumber daya manusia(SDM) menjadi lebih unggul kedepanya. Pasalnya, niat besarnya ialah ingin menjadikan warga Tabalong menjadi tuan di tanah sendiri yang dibarengi pengetahuan dan keterampilan.

Disisi lain, Ketua DPD KNPI Tabalong, Ari Wahyu Utomo, menyampaikan harapannya agar pertemuan ini seperti kegiatan-kegiatan kepemudaan lainnya bukan hanya sekadar simbolis.

“Program ini harus terus berlanjut, lebih baik lagi dan lebih memberikan manfaat. Pemuda jangan hanya jadi penonton, tapi harus jadi mitra strategis pemerintah daerah,” tegas Ari. (mer/din)