
“Agar (penanganan) stunting bisa tepat sasaran dan benar-benar turun angka stuntingnya,” tegasnya.
TANJUNG, Mercubenua.net – Tingkatkan pemahaman perangkat daerah terkait pelaporan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui Aplikasi Aksi Konvergensi Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperidda) Kabupaten Tabalong menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Aksi Konvergensi Stunting, di Gedung Informasi Tabalong, Senin (12/1/2026).
Kepala Baperidda Tabalong, Arianto, menjelaskan angka stunting di Kabupaten Tabalong ada peningkatan pada tahun 2025.
“Angka stunting di Tabalong tahun 2025 mengalami peningkatan yakni sebesar 23,1 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 18,1 persen,” jelas Arianto.
Ia memaparkan aplikasi yang disediakan Kemendagri tersebut digunakan untuk memantau kinerja pemerintah daerah dalam upaya percepatan dan penurunan stunting.
“Sistem ini beberapa kali mengalami perubahan, khususnya pada mekanisme pelaporan dan pengisian data,” ujarnya.
Disisi lain, Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf, menegaskan bimtek ini penting untuk menangani stunting di Bumi Sarabakawa.
Dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati menekankan agar Camat dan Kepala Puskesmas bisa memastikan data stunting. Termasuk kolaborasi dan saling kolaborasi.
“Agar (penanganan) stunting bisa tepat sasaran dan benar-benar turun angka stuntingnya,” tegasnya.
Menurut Wabup, penurunan angka stunting dapat dicapai apabila seluruh pihak bersinergi dan bekerja secara gotong royong.
Ia berharap kesamaan persepsi pada tingkat kecamatan dan puskesmas dapat meningkatkan sinergitas lintas sektor dalam untuk menurunkan angka stunting. (din)