Merasa Lama Menunggu Obat di Apotek RSUD H Badaruddin Kasim, Pasien Rawat Jalan Bisa Manfaatkan Inovasi Yantaro

 1,946 total views,  39 views today

Gambar: RSUD H Badaruddin Kasim

“Kita tidak abai dengan saran dan masukan, kita memperhatikan. Barangkali Inovasi Yantaro bisa menjadi solusi  bagi pasien rawat jalan yang memiliki kesibukan lainnya,” ujar Ira. 

TANJUNG, Mercubenua.net – Banyaknya aduan terkait lamanya menunggu resep obat di Apotek Rawat Jalan menjadi perhatian manajemen RSUD H Badaruddin Kasim. 

Selain banyaknya pasien yang berobat jalan di RSUD H Badaruddin Kasim, ternyata Standar Operasional Prosedur (SOP) ada waktu yang ditetapkan untuk setiap resep obat yang masuk.

Direktur RSUD H Badaruddin Kasim melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kefarmasian dan Penunjang RSUD H Badaruddin Kasim, Ira Analita mengungkapkan ada solusi bagi pasien rawat jalan yang enggan merasa terlalu lama mengantri resep obat di Instalasi Farmasi Ruang Rawat Jalan. 

“Kita akhir tahun lalu telah melaunching Inovasi Yantaro dan sudah berjalan,” kata Ira Analita, kepada mercubenua.net, beberapa waktu lalu di Tanjung. 

Ira menjelaskan Inovasi Yantaro merupakan akronim dari Pelayanan Antar Obat ialah langkah pihaknya menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait lamanya antri menunggu obat.

“Kita tidak abai dengan saran dan masukan, kita memperhatikan. Barangkali Inovasi Yantaro bisa menjadi solusi  bagi pasien rawat jalan yang memiliki kesibukan lainnya,” ujar Ira. 

Kabid Pelayanan Kefarmasian dan Penunjang RSUD H Badaruddin Kasim itu menerangkan, dengan Inovasi Yantaro pasien rawat jalan sesudah menjalani layanan pemeriksaan dimasing-masing Poli bisa langsung pulang ke rumah atau melakukan kegiatan lainnya sambil menunggu petugas datang mengantarkan obat ke rumah pasien sesuai dengan resep dokter. 

“Manfaatkan Inovasi Yantaro, pasien rawat jalan tidak perlu lagi antre menunggu obat. Bisa langsung pulang, nanti ada petugas yang mengantarkan kerumah”, jelas Ira. 

Ia menjelaskan bagi pasien rawat jalan yang ingin memanfaatkan Inovasi Yantaro, terlebih dahulu harus mengisi formulir permohonan. Dalam mengisi formulir tersebut, pengguna jasa Yantaro akan diberitahu berapa tarif yang akan dikenakan. 

“Nanti ada petugas yang mengarahkan bila ingin menggunakan Yantaro, saat itu juga disampaikan terkait tarif yang dikenakan sebagai ongkos kirim,” terangnya. 

Ira mengungkapkan Penerapan Inovasi Yantaro sendiri, dilakukan dengan kolaborasi bersama sejumlah pihak. 

“Untuk pengantaran obatnya kita bekerja sama dengan pihak ketiga, Rumah Sakit mengeluarkan obat sesuai resep dokter, kemudian langsung diantarkan ke rumah pasien,” imbuhnya. 

Ia menambahkan untuk tarif pengantaran obat dengan Inovasi Yantaro untuk sementara, setiap 10 KM tarifnya Rp.15.000,-.

“Ini secara berkala masih dilakukan evaluasi, jadi setiap 10 Kilometer tarifnya adalah 15 ribu rupiah, ongkosnya tersebut murni untuk petugas yang mengatarkan obat,” pungkasnya. 

Sementara, Rusdiana Adawiyah salah satu warga di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya mengaku menyambut baik adanya Inovasi Yantaro. 

Sebelumnya, Ia mengaku setiap kali berobat jalan ke Rumah Sakit sampai selesai antre obat pulangnya selalu hampir sore.

“Sangat memudahkan, kita sudah beberapa kali menggunakan jasa Yantaro, pengantaran cepat dan murah. Jadi bisa mengerjakan kegiatan lainnya,” kata Rusdiana. (mer/din)