Pemkab Tabalong Terus Benahi Layanan Kesehatan: RSUD HBK Akan Direnovasi

“Menindaklanjuti perencanaan rehab rumah sakit, sudah tahap pengerucutan dalam artian apa saja yang diperbaiki, sudah ada kesepakatan perencanaan,” ujar Habib Taufan.

TANJUNG, Mercubenua.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong terus bergerak cepat membenahi layanan kesehatan.

Tidak hanya melalui aksi-aksi program Tabalong Pasti Sehat, Bupati – Wakil Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani dan Habib Muhammad Taufani Alkaf tahun ini juga telah menyiapkan anggaran untuk membenahi keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah H Badaruddin Kasim (RSUD HBK) guna mengoptimalkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang berobat.

Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf menyampaikan rumah sakit di Maburai itu akan direnovasi pada tahun ini.

“Pelaksanaannya tahun ini juga, mudah-mudahan akhir Juli sudah mulai lelang, Agustus hingga Desember dikerjakan,” kata Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, kepada wartawan usai memimpin rapat Ekspose Pembangunan RSUD HBK di RS setempat, Selasa (17/6/2025).

Dalam rapat tersebut Wabup yang biasa disapa Habib Taufan itu mengungkapkan pembahasan dilakukan bersama pihak terkait adalah terhadap rencana pembangunan RSUD HBK Maburai yang semakin mengurucut.

“Menindaklanjuti perencanaan rehab rumah sakit, sudah tahap pengerucutan dalam artian apa saja yang diperbaiki, sudah ada kesepakatan perencanaan,” ujar Habib Taufan.

Habib Taufan mengungkapkan total anggaran yang disiapkan Pemkab Tabalong adalah 23 Milyar Rupiah untuk renovasi atap yang bocor, sanitasi pipa-pipa pembuangan yang tidak berfungsi optimal hingga perbaikan plafon di RSUD HBK.

Ia mengharapkan RSUD HBK ke depannya ada memiliki ruangan isolasi khusus yang terpisah dengan ruang pelayanan lainnya.

“Pelayanan untuk penyakit menular dan tidak menular perlu ruangan tersendiri (dipisah), saat ini masih gabung. Mudah-mudahan nanti bisa dibangun,” tambahnya.

Sementara, Plt Direktur RSUD H Badaruddin Kasim, Setyawan Andri Wibowo, mengatakan pihaknya akan menambah ruangan Poli Rawat Jalan untuk dokter ahli yang jumlahnya lebih dari satu bisa praktek bersamaan agar pasien terlayani lebih cepat lagi.

“Misal Poli Syaraf, dokternya ada 2, karena tidak ada ruangan hanya satu (yang praktek). Setelah renovasi nanti akan ada 2 ruangan sehingga bisa praktek sekaligus,” terang Setyawan.

Sedangkan untuk masalah pelayanan di RSUD HBK ia mengungkapkan sudah mulai ada perubahan kearah yang lebih baik.

“Pelayanan saat ini di Rawat Jalan (Poli) beberapa sudah ada yang bisa kita urai, ini perlu dimaksimalkan lagi,” pungkasnya. (mer/din)