Siaga Karhutla dan Kekeringan, Bupati Tabalong Tekankan Respon Cepat

 

“Kecepatan respon akan menentukan keberhasilan pengendalian Karhutla,” kata H Fani.

TANJUNG, Mercubenua.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong tegaskan komitmen cegah potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan.

Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani menilai bukan saja pada lingkungan, karhutla juga berdampak terhadap kesehatan, ekonomi hingga masalah sosial lainnya.

Hal itu ia sampaikan dalam arahan ketika apel kesiapsiagaan bencana karhutla dan kekeringan di Pendopo Bersinar, Rabu (20/8/2025).

“Kesiapsiagaan sejak dini adalah kunci agar Tabalong tetap aman, nyaman, dan sejahtera,” ucap Bupati.

“Semuanya harus bersinergi dan saling mendukung,” tambah HM Noor Rifani.

Bupati yang biasa disapa H Fani ini meyakini sinergi dan kolaborasi penting dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama saat musim kemarau.

Dalam arahannya, H Fani mengingatkan sejumlah hal dalam rangka mencegah karhutla.

Salah satu diantaranya meningkatkan deteksi dini dan respon cepat dengan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran, mengaktifkan posko lapangan, termasuk memantau titik panas secara berkala.

“Kecepatan respon akan menentukan keberhasilan pengendalian Karhutla,” kata H Fani.

H Fani menegaskan khusus bagi pemegang izin kehutanan dan perkebunan, pengendalian kebakaran di area konsesi adalah sebuah tanggung jawab yang tidak dapat ditawar.

H Fani ingin Tabalong dapat menjadi contoh penanganan bencana yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Diketahui, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober 2025.

“Hal ini tentu menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta menyiapkan langkah-langkah pencegahan agar kebakaran dan kekeringan dapat kita antisipasi sejak dini,” tandas H Fani. (mer/din)