
“Di balik tradisi ini, ada banyak keutamaan yang bisa kita ambil, seperti menjaga silaturahmi, bermusyawarah, dan menghapuskan perbedaan derajat. Semua yang hadir di sini adalah sama, sama-sama hamba Allah,” tandas H Anang.
TANJUNG, Mercubenua.net – Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, kembali menghidupkan tradisi Makan Batalam sebagai bagian dari perayaan menyambut Bulan Rabiul Awwal, bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, Minggu (24/8/2025).
Acara berlangsung di Musholla Darunnajar, RT 5 Desa Hapalah ini sukses menciptakan suasana keakraban dan kebersamaan di antara warga setempat dan sekitarnya.
Acara perayaan ini dimulai dengan serangkaian kegiatan religi seperti pembacaan Maulid Habsy, ayat-ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, hingga doa bersama.
Suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang turut dihadiri anggota DPRD Tabalong, Rahmadi dan Kapolsek Banua Lawas, Iptu Gigih Susanto semakin khidmat dengan kehadiran berbagai lapisan masyarakat yang hadir untuk memperingati dan menyambut hari pertama bulan penuh berkah ini.
Setelah rangkaian acara selesai, warga Hapalah selaku tuan rumah langsung bergerak untuk mendistribusikan hidangan dalam talam besar.
Makanan yang disajikan memiliki beragam pilihan, dengan hidangan utama berupa bebek panggang berbumbu sate yang menggoda selera. Selain itu, ada pula kuah sop yang menyegarkan, serta aneka hidangan lainnya yang semakin memperkaya acara.
Setiap suapan dalam acara Makan Batalam ini tidak hanya tentang menikmati makanan, tetapi juga tentang merayakan kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial di antara sesama masyarakat.
Semua yang terlibat dalam acara ini, tanpa memandang usia dan latar belakang, bergotong royong menciptakan suasana harmonis dan penuh rasa syukur.
Kepala Desa Hapalah, H Anang Acil dalam sambutannya mengungkapkan, pentingnya acara ini dalam mempererat silaturahmi antarwarga.
Bukan sekadar seremoni, acara memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW di Hapalah ini juga sebagai kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga.
“Kita berkumpul di sini tujuannya yang pertama adalah silaturahmi,” kata H Anang.
Lanjut H Anang sebagai bentuk kebudayaan yang perlu dilestarikan, Makan Batalam sudah menjadi tradisi yang terjaga sejak lama, dan sudah menjadi bagian dari kebudayaan di Kabupaten Tabalong.

“Makan Batalam ini sudah menjadi tradisi yang membudaya di daerah kita, khususnya di Kabupaten Tabalong,” ujarnya.
H Anang mengingatkan bahwa acara ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar perayaan.
Dalam makan batalam, semuanya dapat memahami bahwa tidak ada perbedaan di antara sesama. Semua derajat sama di hadapan Allah, kecuali keimanan dan ketakwaan.
Sehingga melalui makan batalam ini adalah salah satu momen tepat untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga kebersamaan.
Mengutip pesan H Suwandi Camat Banua Lawas, Kades Hapalah ini menyampaikan tradisi makan batalam ini harus dilestarikan karena merupakan warisan budaya yang sangat bernilai.
Tidak banyak, hampir tidak ada tradisi makan batalam di daerah lain, hanya ada di Banua Lawas. Sehingga harus terus melestarikan agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
“Di balik tradisi ini, ada banyak keutamaan yang bisa kita ambil, seperti menjaga silaturahmi, bermusyawarah, dan menghapuskan perbedaan derajat. Semua yang hadir di sini adalah sama, sama-sama hamba Allah,” tandas H Anang.
Bagi masyarakat Desa Hapalah, tradisi Makan Batalam bukan hanya soal makan bersama, tetapi lebih pada penguatan hubungan sosial yang lebih baik.
Dengan saling berbagi, saling menguatkan, dan menjaga kebersamaan, tradisi ini mengajarkan arti penting hidup dalam harmoni dan saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan.
Masyarakat setempat berharap bahwa Makan Batalam ini akan terus menjadi tradisi yang lestari, bukan hanya sebagai acara untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkokoh rasa persatuan dan kebersamaan di antara warga Banua Lawas. (mer/din)