“Konferensi internasional ini menjadi bagian penting bagi Balangan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal seperti Rancah Mampulang, Festival Budaya Maratus, dan berbagai budaya lainnya,” ujar Tuhalus.
PARINGIN, Mercubenua net – Upaya meningkatkan budaya inovasi dan kualitas penelitian, Pemerintah Kabupaten Balangan menggelar penyelenggaraan seminar akademik yang melibatkan pakar dari berbagai daerah serta perwakilan mahasiswa.
Kegiatan yang berfokus pada penguatan inovasi dan praktik penelitian tahun 2025 tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Balangan Ir Tuhalus, perwakilan Kodim 1001 HSU–Balangan, Kepala Dinas Pendidikan, anggota DPRD Balangan, hingga sejumlah ahli inovasi dan riset, digelar di Aula Gedung Budaya Balangan, Kamis kemarin.
Dalam sambutan mewakili kepala daerah, Ir Tuhalus menyampaikan, bahwa penguatan inovasi bagian penting dari proses pembangunan daerah. Terutama melalui riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Ia menyampaikan harapan agar mahasiswa Balangan semakin terdorong menghasilkan karya ilmiah yang aplikatif dan sejalan dengan kurikulum pendidikan tinggi.
“Konferensi internasional ini menjadi bagian penting bagi Balangan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal seperti Rancah Mampulang, Festival Budaya Maratus, dan berbagai budaya lainnya,” ujar Tuhalus.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan penelitian, mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui program Beasiswa 1000 Sarjana yang diperuntukkan bagi mahasiswa ber-KTP Balangan.
Tuhalus menambahkan bahwa Pemkab Balangan terus memperluas inovasi pelayanan publik. Saat ini Balangan berhasil menembus lima besar daerah dengan peningkatan inovasi terbaik, dan pemerintah menargetkan capaian tersebut dapat kembali meningkat pada tahun 2026.
Dengan terselenggaranya seminar tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di daerah. **
