
Arah dan langkah pembangunan di Kabupaten Tabalong merujuk pada tujuh program prioritas atau Tabalong SMaRT. Tabalong SMaRT menjadi pedoman strategis dan landasan dalam menentukan arah kebijakan, merancang program, serta memastikan hasil pembangunan terasa hingga ke pelosok Bumi Sarabakawa.
TANJUNG, Mercubenua.net – Berada pada posisi segitiga emas sebagai wilayah lintasan tiga provinsi di Kalimantan dan disokong dengan sumber daya alam berlimpah, Kabupaten Tabalong adalah salah satu daerah yang cukup diperhitungkan di Kalimantan Selatan.
Kabupaten Tabalong dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik.
Tabalong sendiri memiliki potensi komprehensif untuk menarik investor di bidang hilirisasi sektor tambang, pertanian, perkebunan hingga perikanan. Sayangnya, walaupun menyandang sebagai daerah yang kaya akan sumber daya energi, tidak serta merta membuat masyarakatnya sejahtera. Masih butuh pembenahan SDM, infrastruktur, dan banyak lagi.
Sejak memimpin Kabupaten Tabalong untuk periode 2025-2030, Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani (H Fani) dan Wakil Bupati Habib Muhammad Taufani Alkaf (Habib Taufan) jauh sebelumnya pasti juga telah mengamati hal tersebut. Sehingga lahirlah cita-cita besar “Tabalong SMaRT (Sejahtera, Maju, Religius, Terdepan)”.
Tabalong SMaRT ialah ikhtiar mulia menjadikan Bumi Sarabakawa sebagai daerah yang sejahtera dan maju, mengedepankan nilai-nilai religius, serta menjadi yang terdepan di berbagai bidang.
Tabalong SMaRT juga instrumen penting untuk menterjemahkan kebijakan pusat ke dalam konteks lokal, sehingga sejalan dan selaras dengan Asta Cita serta Program Prioritas Nasional.
Momentum 60 Tahun Kabupaten Tabalong, mewujudkan Tabalong SMaRT itu, Bupati H Fani dan Wakil Bupati Habib Taufan mengajak seluruh elemen memaknai dan menumbuhkan semangat kolaborasi, sinergi, dan inovasi.
Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Disperkim) dan Dinas Sosial (Dinsos) adalah diantara SKPD yang berperan aktif dalam mewujudkan misi Tabalong SMaRT Bupati H Fani dan Wakil Bupati Habib Taufan. Keduanya bekerja keras bersama pemerintah daerah menunjang program Tabalong SMaRT agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Misalnya dalam hal upaya pengentasan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Tabalong mengambil langkah dengan program-program yang ada di Disperkim. Program dengan capaian signifikan dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Disperkim Tabalong mengeksekusinya melalui program pembangunan pada sektor perumahan dan kawasan permukiman sebagai salah satu motor penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, hingga menurunkan ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat.
Kepala Disperkim Tabalong, Slamet Riyadi meyakini serangkaian program pada sektor pembangunan perumahan dan kawasan permukiman dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka kemiskinan hingga memperbaiki Indeks Gini Ratio Kabupaten Tabalong.
Meningkatnya akses terhadap hunian layak dan fasilitas dasar, kesenjangan kualitas hidup antar wilayah dan antar kelompok masyarakat dapat ditekan, sehingga pembangunan menjadi lebih inklusif dan merata.
“Ini (Program perumahan dan Kawasan Permukiman) telah memberikan dampak langsung dalam menurunkan kemiskinan, memperbaiki ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Slamet, beberapa waktu lalu, kepada SKU Mercu Benua.
“Capaian ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi pembangunan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Slamet menuturkan Disperkim berkomitmen terus melanjutkan pembangunan hunian layak huni, memperluas cakupan Prasarana, Sarana dan Utilitas, serta meningkatkan penataan kawasan permukiman sebagai fondasi penting bagi kemajuan daerah.
Program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, PSU, dan peningkatan kualitas permukiman ini sejalan dengan visi misi daerah yaitu Tabalong SMaRT.
Berdasarkan data, Slamet menyampaikan Disperkim Tabalong pada semester pertama tahun 2025, telah menyelesaikan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 175 unit dan pembangunan 10 unit rumah pasca bencana.
Melalui program ini Disperkim Tabalong memberikan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi keluarga berpenghasilan rendah. Termasuk membantu pemulihan kehidupan bagi warga yang terdampak bencana.
Program efektif ini turut mengurangi beban pengeluaran masyarakat kurang mampu serta meningkatkan stabilitas sosial dan produktivitas ekonomi.
Selanjutnya memasuki di semester kedua, Disperkim terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan meminimalisir ketimpangan sosial. Disperkim melanjutkan rehabilitasi RTLH hingga 229 unit tambahan.
Hingga berita ini ditulis, Pemda Tabalong melalui Disperkim sudah melakukan rehabilitasi terhadap 404 unit RTLH.
Program pembanguan pada sektor perumahan dan kawasan permukiman adalah salah satu instrumen penting memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kita ingin memastikan setiap warga memiliki hak atas lingkungan hunian yang layak, aman, sehat, dan berkelanjutan,” tandas Slamet.
Selain intervensi pada hunian, Pemda melalui Disperkim Tabalong juga mendorong peningkatan kualitas lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat.
Slamet mengungkapkan tahun ini, Pemkab Tabalong menyalurkan hibah kepada 12 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan total nilai Rp 740 juta.
Hibah tersebut digunakan untuk kegiatan penanganan kawasan kumuh, termasuk perbaikan sarana lingkungan, sanitasi, dan infrastruktur dasar permukiman.
Dengan pendekatan berbasis komunitas ini bukan hanya meningkatkan kualitas fisik permukiman, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan tempat tinggal.
Lanjutnya, sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemerataan layanan dasar, tahun 2025 pihaknya juga melaksanakan pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) pada 11 lokasi fasilitas pendidikan dengan total anggaran Rp 7,3 miliar.
Investasi ini bertujuan memastikan lingkungan sekolah memiliki akses infrastruktur yang lebih baik. Mulai dari jalan lingkungan, drainase, hingga sarana pendukung lainnya.
Menurutnya peningkatan infrastruktur pendidikan ini memiliki dampak jangka panjang terhadap pengentasan kemiskinan. Pasalnya, akses pendidikan yang lebih layak dan aman berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Upaya menurunkan kemiskinan dan ketimpangan tidak dilakukan sendirian oleh Disperkim. Melalui spirit Tabalong SMaRT semua SKPD dan pihak terkait bahu-membahu, berkolaborasi dan bersinergi dalam percepatan pembangunan.
Jika Disperkim melalukan program-program menyentuh rakyat hingga dunia pendidikan, Dinsos Tabalong ambil bagian dari sisi lainnya. Disperkim meningkatkan akses pendidikan agar layak dan nyaman, maka Dinsos mendukungnya dengan beasiswa.
Dinsos Tabalong melalui program perlindungan dan jaminan sosial telah membantu beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Berdasar data, hingga Oktober 2025 realisasi anggarannya sudah mencapai Setengah Miliar lebih atau Rp. 526.000.000.
Beasiswa tersebut adalah salah satu program yang dilaksanakan Pemda Tabalong melalui Dinsos dalam rangka mengentaskan kemiskinan, ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bukan sekadar bantuan untuk kemampuan finansial, langkah Dinsos ini berdampak terhadap motivasi belajar. Berdasarkan hasil monitoring tim, mayoritas penerima bantuan mampu mempertahankan hingga meningkatkan prestasi akademiknya.
Beasiswa pendidikan bagi keluarga tidak mampu atau miskin tersebut sangat bermakna dan diharapkan terus berkelanjutan.
Terpisah, berdasar data yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabalong, Norzain A Yani, kegiatan lain yang mereka laksanakan sepanjang tahun 2025 diantaranya program pemberdayaan sosial, seperti membantu anak panti dan non panti yang sangat membutuhkan.
Dinsos Tabalong juga melaksanakan program rehabilitasi sosial, seperti memberikan bantuan sosial ASLUT (Asistensi Lanjut Usia) kepada 700 penerima. Sampai bulan September 2025 realisasinya sudah mencapai Rp.1,5 Miliar lebih Rp. 1.564.500.000-.
Termasuk menyerahkan bantuan bantuan sosial ASODKB (Asistensi Orang Dengan Kecacatan Berat) kepada 100 penerima, hingga membantu penyandang disabilitas.
Selain beasiswa, melalui program perlindungan dan jaminan sosial, Dinsos Tabalong juga menyalurkan bansos pangan daerah Rasda (Beras Daerah) kepada 4.486 penerima. Hingga September 2025, realisasinya sudah mencapai Rp. 13,5 Miliar lebih atau Rp. 13.660.522.000,-.
Pemkab Tabalong melalui Dinsos menjalankan program RS RUTILAHU (Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni), Rehab Rumah Maksimal dan membantu bangun rumah baru.
Selain itu, Dinsos Tabalong menyiapkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) perorangan dan bantuan kematian. Masing-masing realisasi anggarannya sampai September sudah mencapai Rp. 310.000.000,- dan Rp. 394.500.000,-.
Termasuk menyiapkan bantuan bagi warga yang terkena musibah atau bencana seperti kebakaran, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Bantuan bencana tersebut diberikan sesuai persentase kerusakan, maksimal 100 % kerusakan akan dibantu dana Rp. 25 juta/rumah. Realisasi sampai September 2025 mencapai Rp. 155.000.000,-. (din)