Intervensi Menunjukan Hasil

“Kami berupaya agar semua petani minimal bisa panen satu kali setahun. Ini untuk mengentaskan kemiskinan,” ujar H Fani.

TANJUNG, Mercubenua.net – Upaya bersama seluruh SKPD melalui kerangka besar Tabalong SMaRT menunjukkan hasil.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Dinas Sosial Kabupaten Tabalong, angka kemiskinan di daerah ini tercatat turun hampir 1 persen dari tahun sebelumnya, tepatnya 0.97%.

Turunnya angka kemiskinan ini berdasar dari tabel Analisis Kemiskinan pada Grafik Pergerakan Angka Kemiskinan dari tahun 2017-2025 (bisa dilihat pada garis merah, paling atas) P0 (Head Count Index adalah indikator yang menunjukkan persentase penduduk miskin yang hidup di bawah garis kemiskinan) bahwa Kabupaten Tabalong dalam satu tahun terakhir mengalami penurunan dari 5.64% menjadi 4.67%.

Sementara persentase Indeks Kemiskinan Multidimensi, Kabupaten Tabalong pada tahun 2024 adalah 8.88%. Artinya Tabalong sudah ditren yang positif berada dibawah angka 10%.

Capaian ini cukup signifikan, mengingat berbagai program percepatan pengentasan kemiskinan Tabalong SMaRT baru berjalan optimal pada tahun 2025.

Program yang menjadi motor penggerak mulai dari rehabilitasi RTLH, PSU, pemberdayaan masyarakat, hingga jaminan sosial seperti Rasda, beasiswa mahasiswa kurang mampu, ASLUT, ASODKB, hingga UEP.

Capaian ini bisa menjadi tanda bahwa arah pembangunan yang fokus pada kesejahteraan masyarakat sudah berada di jalur yang tepat dan intervensi melalui kolaborasi serta sinergi seluruh perangkat daerah benar-benar menyentuh masyarakat.

Peningkatan akses hunian layak dan fasilitas dasar sangat berpengaruh pada perbaikan kondisi sosial ekonomi keluarga berpenghasilan rendah. Kemudian program bantuan sosial dan perlindungan sosial selama ini bukan hanya menambah daya tahan ekonomi warga, tapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dengan komitmen memperkuat infrastruktur dasar, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, serta memperluas jangkauan bantuan sosial, tren positif ini diyakini akan terus berlanjut.

Secara terpisah, Bupati Tabalong menyampaikan tingkat kemiskinan yang menurun ini merupakan capaian terbesar dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa intervensi dan “ramuan” program yang dilakukan pemerintah benar-benar tepat dan efektif.

Bupati juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini mulai mengintervensi secara menyeluruh pada sektor pertanian, sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Salah satunya melalui upaya meningkatkan kapasitas panen petani. Lahan yang biasanya hanya panen satu kali dalam setahun ditargetkan dapat panen dua kali. Lahan yang sebelumnya tidak bisa ditanami, minimal dapat dipanen satu kali per tahun. Mengupayakan itu sebut H Fani, Pemerintah Daerah menyiapkan eskavator amphibi untuk membuka dan mengolah lahan-lahan yang selama ini tidak dapat digarap.

“Kami berupaya agar semua petani minimal bisa panen satu kali setahun. Ini untuk mengentaskan kemiskinan,” ujar H Fani dalam Ekspos Hari Jadi Kabupaten Tabalong ke – 60 Jum’at lalu, di Kediaman Bupati.

Dengan komitmen memperkuat infrastruktur dasar, meningkatkan kualitas permukiman, memperluas jangkauan bantuan sosial, serta mendorong produktivitas sektor pertanian, tren positif penurunan kemiskinan ini diyakini akan terus berlanjut. (din)