
“Sebelumnya tiga kategori saja, pertama penyandang stroke, lansia dan disabilitas. Jadi (Layanan Homecare) ditambahkan lagi untuk balita dan ibu hamil,” jelasnya.
TANJUNG, Mercubenua.net – Seluruh pihak diminta berkontribusi dalam rangka akselerasi menurunkan kasus stunting di Bumi Sarabakawa. Pasalnya, penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani saat hadir pada pertemuan stekholder soal progres program intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan stunting di Balai Rakyat H Dandung Suchrowardi, beberapa waktu lalu.
“Ini benar-benar harus melibatkan seluruh stakeholder, bukan masing-masing. Jadi semua pihak harus terlibat,” ujar Bupati Tabalong.
Dalam kesempatan tersebut, H Fani mengingatkan jajaran pihaknya agar menyusun strategi percepatan penurunan stunting dengan deteksi dini melalui program prioritas Tabalong Pasti Sehat melalui Layanan Homecare yang diperluas sasarannya. Yakni, juga menyasar ibu hamil dan balita.
“Sebelumnya tiga kategori saja, pertama penyandang stroke, lansia dan disabilitas. Jadi (Layanan Homecare) ditambahkan lagi untuk balita dan ibu hamil,” jelasnya.
Sebelumnya, upaya menekan stunting, H Fani telah memerintahkan dan mengaktifkan kembali orang tua asuh. “Ini tantangan bagi kita (internal Pemkab). Oleh karena itu, saya sudah perintahkan aktifkan kembali orang tua asuh,” tandasnya.
Melihat data tren hasil kinerja Pemkab Tabalong dalam percepatan penurunan stunting dari tahun ke tahun, H Fani mengungkapkan dirinya merasa prihatin.
Diketahui, berdasarkan hasil kinerja daerah dalam percepatan penurunan stunting tingkat Kalimantan Selatan, bahwa Tabalong pada 2020 berada di peringkat ketujuh.
Lalu pada 2021 menduduki posisi pertama dan menjadi lokus stunting, 2022 peringkat kedua, 2023 peringkat pertama, 2024 peringkat 3 serta 2025 peringkat 10. (din)