Hadir di Tengah Kekeringan, Pemda Tabalong Salurkan Bantuan Air Siap Minum

“Selama musim kekeringan ini, untuk mencukupi kebutuhan kita ada membeli dari tangki. Harganya Rp300 ribu satu tangkinya. Di sini banyak yang beli pakai tangki,” ujar Hasanatun.

TANJUNG, Mercubenua.net – Bagi warga Desa Padangin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong, air bersih bukan lagi sekadar kebutuhan sehari-hari. Di tengah musim kemarau yang sangat dirasakan dampaknnya sekitar satu setengah bulan terkahir ini, mendapatkan air untuk minum, memasak, mencuci, hingga menyiram tanaman menjadi perjuangan tersendiri.

Kondisi itu membuat sebagian warga terpaksa membeli air bersih menggunakan tangki dengan harga mencapai Rp300 ribu untuk setiap tangkinya. Bagi warga yang kebutuhan airnya terus meningkat selama kekeringan, biaya tersebut tentu bukan jumlah yang sedikit.

Salah seorang warga RT 3 Desa Padangin, Hasanatun Nisa (34), mengaku bantuan air siap minum untuk masyarakat terdampak kekeringan yang disediakan pemerintah daerah sangat membantu bagi masyarakat.

“Ini sangat membantu sekali buat kami warga di Desa Padangin, karena kami di sini kekeringan. Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada pemda, polisi, dan aparat setempat yang bisa menyediakan air bersih dan siap minum untuk kami, khususnya untuk konsumsi,” ujar Hasanatun ketika ditanya wartawan, Sabtu (29/8/2026).

Ia mengungkapkan akibat kekeringan ini, sumber air yang biasanya digunakan masyarakat kini debitnya semakin kecil. Tak hanya sedikit, kondisi air yang keluar juga tidak lagi jernih seperti biasa.

“Air itu keluar menguning dan sangat sedikit. Tadi malam saja airnya sangat kecil jalannya,” tuturnya.

Keterbatasan air tersebut berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga. Memasak dan mencuci menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Warga yang memiliki tanaman pun harus menghadapi kesulitan tambahan karena air yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merawat tanaman.

Di tengah kondisi itu, kedatangan bantuan air siap minum untuk masyarakat terdampak yang kekeringan menjadi momen yang dinanti warga. Hasanatun datang membawa jeriken dan galon untuk menampung air yang dibagikan.

“Saya bawa jeriken sama galon, cuma ada itu saja alatnya. Tidak dibatasi. Alhamdulillah sangat membantu sekali,” ucapnya sumringah.

Bantuan tersebut setidaknya meringankan pengeluaran warga yang selama ini harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan selama musim kekeringan. Sebab, ketika sumber air tidak lagi mencukupi, membeli air tangki menjadi pilihan yang sulit dihindari.

“Selama musim kekeringan ini, untuk mencukupi kebutuhan kita ada membeli dari tangki. Harganya Rp300 ribu satu tangkinya. Di sini banyak yang beli pakai tangki,” ujar Hasanatun.

Disisi lain, Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani (H Fani) menuturkan pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap titik-titik mana saja yang rawan terhadap kekeringan sebagai mitigasi terhadap desa yang masih belum terjangkau layanan PDAM agar diusahakan tersediaair bersih siap minum untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan.

“Air bersih ini kita sudah meminta agar diproduksi banyak, kita menginventarisir melalui kecamatan dan BPBD terkait titik-titik atau desa yang rawan kekeringan air bersih, yang mana belum ada jangkauan jaringan PDAM ini yang menjadi prioritas untuk disediakan air bersih siap minum bagi warga yang terdampak,” terang H Fani.

Langkah-langkah yang dilakukan Pemda Tabalong bersama dunia usaha ini adalah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang ini.

Bagi warga Padangin, air siap minum yang dibagikan bukan sekadar bantuan. Di tengah sumber air yang semakin terbatas dan harga air tangki yang cukup membebani, setiap jeriken dan galon yang terisi menjadi penopang kebutuhan keluarga untuk beberapa waktu ke depan.

Kekeringan yang berlangsung hingga kini ini, membuat warga berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan selama kondisi belum kembali normal. Sebab, bagi mereka, mendapatkan air bersih berarti menjaga keberlangsungan kebutuhan paling dasar. Yakni minum, memasak, dan menjalani kehidupan sehari-hari. (din)