
“Night run menyajikan vibes berbeda. Ada beberapa landmark yang mau kita jual, seperti masjid dan Obor Tanjung. Kalau malam hari sangat berbeda, itu yang kita angkat untuk event tahun ini,” ujar Arif.
TANJUNG, Mercubenua.net — Ada cara berbeda untuk menikmati wajah Kabupaten Tabalong. Bukan hanya pada siang hari, ketika aktivitas masyarakat berlangsung dinamis, tetapi juga saat malam mulai menyelimuti kota dan cahaya lampu membuat sejumlah landmark daerah tampil dengan suasana yang berbeda.
Nuansa itulah yang ingin dihadirkan dalam Tabalong Run 2026, yang tahun ini dikemas sebagai night run. Ajang lari tahunan rutin di Bumi Sarabakawa itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026 nanti, dengan garis start dan finis di kawasan Halaman Pendopo Tabalong.
Project Manager Tabalong Run, Arif Nur Budiman, menjelaskan konsep lari malam sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada peserta sekaligus memperkenalkan wajah Tabalong dari sudut pandang yang lain.
Rute Tabalong Run 2026 tidak sekadar menjadi lintasan untuk mengejar waktu. Peserta juga akan diajak menyusuri sejumlah landmark yang menjadi bagian dari identitas daerah, termasuk Masjid Agung As-Shiratal Mustaqim dan Tugu Obor Tanjung Puri.
“Night run menyajikan vibes berbeda. Ada beberapa landmark yang mau kita jual, seperti masjid dan Obor Tanjung. Kalau malam hari sangat berbeda, itu yang kita angkat untuk event tahun ini,” ujar Arif, Rabu kemarin di Tanjung.
Arif menyampaikan kedua landmark tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman visual tersendiri bagi para pelari. Dengan konsep ini, lanjutnya, olahraga dan wisata daerah dipadukan dalam satu perhelatan untuk mendukung visi misi kepala daerah salah satunya Sport Tourism.
Dari sisi penyelenggaraan, papar Arif, Tabalong Run tahun ini terdiri dari beberapa kategori yang beragam.
“Target peserta sekitar 3.000, ada kategori 5K dan 10K, dengan subkategori master, open, serta lokal. Kategori lokal secara khusus diperuntukkan bagi pelari asal Tabalong. Langkah tersebut dilakukan setelah panitia menerima masukan dari komunitas pelari agar warga Tabalong, khususnya pelari berusia 40 tahun ke atas, memiliki panggung kompetisi tersendiri”, ungkapnya.
“Ini berbeda dari tahun sebelumnya. Kita ingin memberi panggung untuk kategori master bagi warga Tabalong. Itu berdasarkan masukan dari pelari, terutama yang usia 40 tahun ke atas,” tambah Arif.
Lanjutnya, untuk biaya pendaftaran, peserta bisa mengikuti kategori 5K dengan biaya Rp150 ribu, sedangkan kategori 10K Rp200 ribu. Pendaftaran dibuka mulai 12 Agustus hingga 12 September 2026 melalui laman www.sekataevent.com.
Semarak Tabalong Run 2026 tidak berhenti ketika pelari mencapai garis finis. Panitia juga menyiapkan hadiah dengan total nilai ratusan juta rupiah, serta hiburan yang menghadirkan artis nasional Juan Reza dari Timur.
Dengan perpaduan olahraga, hiburan, dan panorama landmark pada malam hari, Tabalong Run 2026 diharapkan bukan sekadar menjadi ajang adu kecepatan. Lebih dari itu, setiap langkah pelari menjadi cara untuk menikmati sekaligus memperkenalkan Tabalong dengan melintasi langsung sejumlah ikon daerah. (din)