Pemkab Tabalong Salurkan 8.000 L BBM untuk Relawan Karhutla

“Dari wilayah utara bisa mendapatkannya di SPBU Kasiau. Dari tengah dan selatan bisa mengsisi di POM Gunung Batu. Dua ini yang ditunjuk,” jelas Haris. 

TANJUNG, Mercubenua.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 8.000 Liter dalam rangka kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Sarabakawa.

8.000 Liter BBM tersebut diserahkan kepada Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap para relawan yang masih berjibaku menangani karhutla.

Selain bantuan bagi relawan, sebelumnya Pemkab Tabalong telah menyalurkan air bersih siap konsumsi untuk masyarakat sebanyak 1 juta liter dan masker untuk mengurangi dampak kekeringan dan karhutla.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong Haris Fakhrozi menjelaskan, mekasnisme penyaluran BBM dilakukan beberapa tahapan dengan memperhatikan keaktifan dan kondisi ketersedian unit portable dan armada pada setiap UPBS.

“Sementara, tahap pertama (BBM) dibagi rata dulu untuk UPBS atau Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran) yang punya unit,” kata Haris, ketika turut mendampingi Bupati Tabalong menyerahkan BBM kepada perwakilan UPBS Tabalong secara simbolis di Pendopo Bersinar, Kamis, (1/10/2026).

“Tahap selanjutnya, kedua ketiga kita akan melihatkan keaktifannya,” tambahnya.

Haris mengungkapkan UPBS bisa mendapatkan bantuan BBM tersebut di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah ditunjuk.

“Dari wilayah utara bisa mendapatkannya di SPBU Kasiau. Dari tengah dan selatan bisa mengsisi di POM Gunung Batu. Dua ini yang ditunjuk,” jelas Haris.

Terkait jumlah volume yang diberikan, lanjutnya, penyaluran BBM dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing UPBS. Penentuan volumenya mempertimbangkan jarak UPBS dari titik pengisian bahan bakar yang telah ditetapkan serta intensitas kegiatan yang dilakukan.

“Konsumsi BBMnya berbeda, tidak sama jumlah volume yang diberikan. Misalnya semua (UPBS) sama-sama dapat 30 liter, kemudian yang dari utara bisa kita tambah 5-10 liter, begitu juga dari selatan, karena ada akomodasi untuk sampai ke lokasi pengisian,” jelas Haris.

Ia menegaskan sistem pendistribusian BBM ini diberikan dalam bentuk barang untuk mencegah penyalahgunaan.

“Kami memberikan bantuan langsung dalam bentuk BBM, tidak bisa dalam bentuk uang. Jadi kalau tidak menyampaikan (unit) kepada kami tentu tidak dapat,” tandasnya.

Sementara itu, Anwar salah satu pengurus UPBS di Tabalong menyambut baik kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung operasional relawan UPBS melalui bantuan BBM.

Ia mengatakan, selama ini kebutuhan BBM bagi unit di UPBS-nya dipenuhi secara swadaya melalui urunan. Ungkapnya, kondisi tersebut tak jarang membuat mereka beberapa kali kehabisan BBM ketika tengah menjalankan aksi kemanusiaan.

Disisi lain, Bupati Tabalong HM Noor Rifani (H Fani) memberikan apresiasi terhadap kolaborasi dan sinergi UPBS yang turut dalam penanganan kekeringan dan karhutla.

Menurutnya berkat kebersamaan, semua tantangan bisa diatasi. “Ini berkat kolaborasi, sinergi dan pengorbanan kawan-kawan relawan sehingga bisa diatasi bersama,” ucapnya. (din)