
“Jadi nanti siswanya diukur, kainnya dibelikan oleh sekolah, upah jahitnya juga dibayarkan oleh sekolah, jadi siswa tidak perlu keluar uang lagi,” ujar Judid.
TANJUNG, Mercubenua.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menyiapkan program seragam gratis bagi seluruh siswa TK, SD, dan SMP negeri di Kabupaten Tabalong.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban orang tua siswa. Pemkab Tabalong mengarahkan pengadaan seragam untuk melibatkan penjahit lokal di sekitar lingkungan sekolah, sehingga program bantuan pendidikan tersebut diharapkan turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Anak kita TK, SD, SMP, Insyaallah di bulan Oktober-November akan dibagikan seragam gratis, semuanya, biar semangat,” kata Bupati Tabalong HM Noor Rifani (H Fani) dalam kesempatan berbincang-bincang bersama warga di sela-sela kegiatannya, beberapa waktu lalu.
“Ini untuk mengurangi beban orang tua siswa. Bukan cuma itu, ada tambahannya tas, buku tulis gratis. Kalian akan dapat beasiswa nantinya,” tambahnya.
Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, menjelaskan pemberian seragam tersebut merupakan program baru dari pemda Tabalong yang ditujukan bagi seluruh siswa TK, SD, dan SMP negeri yang berada di bawah binaan Disdikbud Tabalong.
“Pemberian baju seragam ini tambahan program yang baru dari Bupati Tabalong untuk siswa TK, SD, SMP negeri, seluruh siswa se-Tabalong,” kata Judid kepada Mercu Benua.
Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui masing-masing sekolah. Disdikbud Tabalong akan menyalurkan bantuan kepada sekolah berdasarkan jumlah siswa, kemudian pihak sekolah yang akan melaksanakan pengadaan seragam dan perlengkapan lainnya.
“Disdik hanya menyalurkan bantuannya ke sekolah masing-masing, sesuai dengan jumlah siswanya. Nanti dari pihak sekolah yang akan membelikan,” jelas Judid.
Khusus untuk seragam, lanjut Judid, pengadaan diarahkan untuk melibatkan penjahit yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Seragam diupayakan dibuat melalui jasa penjahit lokal, bukan sekadar membeli pakaian jadi. Melalui kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar sekolah.
“Jadi nanti siswanya diukur, kainnya dibelikan oleh sekolah, upah jahitnya juga dibayarkan oleh sekolah, jadi siswa tidak perlu keluar uang lagi,” ujar Judid.
Pemerintah daerah berharap program bantuan pendidikan tersebut dapat meringankan kebutuhan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan penjahit lokal.
Diketahui, Pemkab Tabalong melalui program prioritas yang menganggarkan beasiswa prestasi, besiswa prestasi akademik, beasiswa bagi warga tidak mampu hingga beasiswa bagi anak disabilitas. (din)