
TANJUNG, Mercubenua.net – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-51 tingkat Kabupaten Tabalong di Kecamatan Pugaan tidak hanya sebagai ajang syiar Islam dan pencarian bibit qari-qariah berprestasi. Kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui keterlibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam bazar.
Momentum pelaksanaan MTQ menjadi salah satu wadah bagi para pelaku usaha disana untuk menawarkan berbagai produk UMKM. Kehadiran peserta kafilah, pendamping dan pengunjung dari berbagai kecamatan turut membuka peluang peningkatan penjualan bagi pedagang.
Ketua pengurus Bazar UMKM MTQN Ke-51 Kabupaten Tabalong di Kecamatan Pugaan, Asrani, S.Pd menyampaikan, keberadaan bazar menjadi salah satu upaya menggerakan aktivitas ekonomi masyarakat dan kesempatan bagi UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus mendapatkan tambahan penghasilan.
“Kita berharap ini dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat, khususnya para pedagang kecil yang terlibat,” kata Asrani yang sangat aktif di kegiatan kepramukaan, Sabtu (7/11/2026).
“Untuk membuka peluang usaha, memperluas pemasaran dan memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku UMKM di Kecamatan Pugaan,” tambahnya.
Ia berharap sinergi antara kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Disisi lain, Norhikmah (21) warga Sei Rukam, salah satu pelaku UMKM yang menjajakan aneka ragam kue tradisional mengaku omzet penjualannya mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, meningkat dari biasanya,” ujar Norhikmah.
Norhikmah mengungkapkan, pada hari biasa dirinya rata-rata hanya menghabiskan sekitar dua kilogram bahan baku untuk produksi anuke kue tardisonal seperti Kue Lempeng. Namun, selama pelaksanaan MTQ, jumlah tersebut meningkat hingga 10 kilogram lebih.
“Nama produk kita ‘Lempeng Si Bujang’, ada aneka rasa, memiliki sejumlah varian bahan dan topping, seperti pisang talas, buah nangka, dan waluh (labu, red). Topping keju yang paling diminati pembeli. Harganya Rp10 ribu,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan berskala besar seperti MTQ dapat terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Menurutnya, keterlibatan pedagang lokal dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.
Bukan hanya kue lempeng, Norhikmah juga menjajakan berbagai jenis kue tradisional lainnya yang menjadi pilihan bagi para pengunjung bazar. Beragam kue tersebut turut melengkapi produk jualannya sekaligus memperkenalkan aneka kuliner tradisional kepada masyarakat yang datang ke lokasi MTQN.
Selain Norhikmah, dampak ekonomi dari penyelenggaraan MTQ ini juga dirasakan para pedagang lainnya. Melalui bazar yang disediakan panitia, puluhan hingga ratusan pelaku usaha mendapat kesempatan untuk berjualan selama kegiatan berlangsung. (din)