
“Daerah-daerah yang mengalami kemiskinan dan stunting tinggi rata-rata cakupan layanannya belum maksimal,” ujar H Fani.
TANJUNG, Mercubenua.net – Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani (H Fani) meminta PDAM (PT AMTB/Air Minum Tabalong Bersinar) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat memperluas cakupan layanan air bersih, terutama di wilayah yang masih memiliki angka kemiskinan dan stunting tinggi.
Menurut H Fani pemetaan wilayah menjadi langkah penting untuk menentukan lokasi yang memerlukan intervensi pembangunan jaringan perpipaan maupun sambungan rumah (SR).
“Daerah-daerah yang mengalami kemiskinan dan stunting tinggi rata-rata cakupan layanannya belum maksimal,” ujar H Fani usai melantik komisaris PT AMTB, Rabu lalu.
“Saya minta PDAM dan Dinas PUPR terus memetakan daerah-daerah tersebut,” tambahnya.
Ia mengatakan, perluasan jaringan pipa dan sambungan rumah harus dilakukan agar masyarakat di wilayah yang belum terlayani dapat memperoleh akses air bersih yang layak.
Menurutnya, peningkatan cakupan layanan harus berjalan beriringan dengan upaya menekan tingkat kehilangan air yang masih terjadi di jaringan distribusi.
“Masih banyaknya kita kehilangan air, itu harus bisa kita tekan,” katanya.
H Fani yakin, apabila kualitas pelayanan meningkat, cakupan layanan semakin luas, dan PDAM dikelola secara profesional, perusahaan akan mampu menghasilkan keuntungan yang pada akhirnya kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Sebelumnya ia juga meminta percepatan penyelesaian perizinan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Perseroda yang ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.
Menurutnya, selain mendukung pelayanan, AMDK juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah. (din)