“Menyelesaikan stunting tidak bisa sendirian, semua lintas sektor harus saling bahu membahu”, pungkas Ramlan.
PARINGIN, Mercubenua.net – Memberdayakan kelompok masyarakat dalam rangka percepatan penurunan stunting Pemkab Balangan melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana setempat melaunching Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Batu Merah, Kecamatan Lampihong beberapa waktu lalu.
Seperti yang disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Balangan, Akhmad Nasa’i menyebutkan kesadaran masyarakat terhadap stunting masih rendah, sehingga kebanyakan abai terhadap hal tersebut.
Dengan diluncurkannya program Dapur Sehat Atasi Stunting, ia berharap masyarakat Pemkab Balangan bersama masyarakat setempat dapat menekan stunting.
“Masyarakat kurang menyadari, padahal stunting dapat mempengahuri kecerdasaan seseorang. Mudahan dengan program ini, masyarakat bisa memahami hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah stunting”, ujarnya.
Senada dengan asisten, Ketua PKK Balangan Hj Sri Huriyati percepatan penurunan stunting salah satu fokus pemkab Balangan. Satuan khusus Balangan Melawan Stunting pun sudah disiapkan.
“Meski telah terjadi penurunan yang signifikan, kasus stunting di Balangan tetap menjadi fokus perhatian kita. Kemaren kita sudah melakukan koordinasi dengan Wakil Gubernur Kalsel terkait hal ini”, ujar Sri.
Ia berharap program yang dilancurkan ini dapat mengedukasi masyarakat khususnya di Kabupaten Balangan agar program melawan stunting berhasil.
Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel Ir Ramlan mengingatkan dalam menurunkan anggka stunting, disamping melakukan intervensi gizi sensitive dan spesifik, faktor pendukung lainnya muali dari sanitasi air bersih hingga kondisi layak huni agar diperhatikan.
“Menyelesaikan stunting tidak bisa sendirian, semua lintas sektor harus saling bahu membahu”, pungkas Ramlan. (din)
